Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Menengok Fenomena Langka Kemunculan "Blue Fire" Yang Terkenal di Kawah Ijen
Tags : #apibiru #bluefire #kawahijen

Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang kini menjelma menjadi kabupaten dengan objek wisata andalannya yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Pasalnya, objek wisata mulai dari lautan biru yang eksotis, luasnya hutan belantara, tadisi budaya yang masih kental, hingga pegunungan yang cantik dimiliki semua oleh Kabupaten Banyuwangi. Tak heran, jika saat ini banyak para wisatawan domestik maupun mancanegara yang sudah mengenal Banyuwangi sebagati kabupaten dengan beragam tempat wisatanya yang menarik. Dan salah satu contoh yang tepat dari destinasi wisata tersebut adalah Kawah Ijen. 

Hasil gambar untuk kawah ijen blogjadipergi

(gambar: https://blog.jadipergi.com/)

Hasil gambar untuk kawah ijen

(gambar: https://www.jatimpos.id/)

Kawah Ijen merupakan kawah alami hasil letusan dari Gunung Ijen dimana gunung berapi ini masih aktif hingga sekarang. Kawah Ijen memiliki kedalaman hingga 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 hektar. Kandungan asam di kawah ini cukup tinggi. Bahkan, Kawah Ijen dinobatkan menjadi danau air asam kuat terbesari di dunia. Secara geogarafis, letak kawah ini berada di 3 kabupaten yang berbeda yaitu Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Namun, banyak wisatawan yang mengetahui lokasi Kawah Ijen ini berada di Kabupaten Banyuwangi karena memang pintu utama untuk mengunjungi kawah ini adanya di Banyuwangi atau lebih tepatnya di Paltuding. 

Hasil gambar untuk bandara banyuwangi

(gambar: https://finance.detik.com/)

Untuk menuju ke Paltuding, Banyuwangi, kalian bisa menggunakan berbagai moda transportasi umum mulai dari transportasi darat, laut, hingga udara. Perjalanan darat bisa kalian tempuh dengan menggunakan bus umum atau kereta api. Apabila naik kereta api, kalian pilih kereta dengan jurusan Banyuwangi. Lalu turun lah di Stasiun Karangasem. Jarak menuju ke Paltuding lebih dekat dari Stasiun Karangasem daripada Stasiun Banyuwangi yaitu sekitar 30 km. Jadi sangat disarankan untuk turun di Stasiun Karangasem. Apabila kalian malas untuk duduk terlalu lama, ada opsi lebih cepat yaitu dengan menggunakan armada pesawat terbang. Sesampainya di Bandara Banyuwangi, kalian akan dibuat takjub dengan konsep arsitektur bandara ini yang sangat mendukung penyelamatan lingkungan. 

Hasil gambar untuk kawah ijen pesona travel kemah

(gambar: https://pesona.travel/)

Setelah berkendara dari stasiun, bandara, atau pun pelabuhan menuju ke Paltuding, kalian masih harus melanjutkan perjalanan untuk sampai ke Kawah Ijen dengan mendaki. Selama berada di pendakian, kalian perlu berhati-hati karena medan jalur pendakiannya yang curam dan cukup terjal. Gunakan lah alas kaki yang tepat agar kaki kalian nyaman selama di pendakian. Medan yang berat ini tentunya harus memerlukan kondisi fisik yang fit. Kalian juga bisa berhenti di pos sebentar untuk beristirahat. Di pos ini, kalian bisa menjumpai banyak warung yang menjual makanan yang tentunya cocok disantap pada saat dinginnya udara. Walaupun tergolong berat, hasil lelah mendaki kalian akan terbayar lunas dengan panorama khas Kawah Ijen yang mempesona. 

Hasil gambar untuk kawah ijen yopiefranz

(gambar: http://yopiefranz.com/)

Pada saat melakukan perjalanan menuju puncak kawah, kalian akan ditemani dengan beberapa pekerja tambang yang naik turun sembari memikul hasil tambang yang cukup berat. Bisa kalian bayangkan betapa beratnya pekerjaan mereka karena harus melewati jalanan yang terjal dengan membawa beban berat. Jadi pada saat mendaki atau menuruni kawah, berilah mereka akses terlebih dahulu jika bertemu dengan beberapa pekerja tambang ini. Setidaknya, mereka dapat mempercepat langkahnya dengan kalian memberikan akses jalan kepada mereka. 

Hasil gambar untuk kawah ijen gerbang masuk wisatablusukan

(gambar: https://www.ekasiregar.com/)

Tiket masuk mengunjungi kawasan Kawah Ijen ini juga sangat terjangkau. Setiap wisatawan akan dikenai tarif total Rp. 37.500 dengan rincian yaitu Rp. 30.000 untuk biaya masuk ke kawasan hutan lindung karena lokasi Kawah Ijen ini berada di Taman Nasional Alas Purwo dan Rp. 7.500 ini merupakan biaya pendakian ke Kawah Ijen. Selain itu, ada juga biaya parkir motor sebesar Rp. 2.000 dan mobil sebesar Rp. 5.000. Bagi kalian yang ingin bermalam dengan menggunakan tenda, pihak pengelola juga sudah menyiapkan peralatan berkemah lengkap dan hanya dibandrol dengan harga Rp. 200.000.

Hasil gambar untuk api biru kawah ijen

(gambar: https://www.goodnewsfromindonesia.id/)

Sesampainya di puncak kawah, kalian akan dibuat berdecak kagum karena pesona alam Kawah Ijen ini yang tiada tandingannya. Kawah Ijen ini sangat terkenal dengan adanya titik dimana terdapat api berwarna biru yang muncul di kawah. Kemunculan api biru ini dikarenakan adanya proses penguapan belerang yang terlihat warna biru menyala di kawah pada malam atau dini hari. Karena saking tingginya kadar belerang yang ada, kalian harus memerhatikan keselalamatan masing-masing. Setidaknya, kalian harus memakai masker dan tidak berlama-lama di kawasan kawah karena sangat bahaya sekali jika kalian terus menerus menghirup asap belerang. Meskipun begitu, hal ini tak menyulutkan hati para wisatawan untuk terus datang ke Kawah Ijen. Abadikan lah momen-momen langka seperti ini karena munculnya api berwarna biru ini hanya ada di dunia dan salah satunya ada di Kawah Ijen.

Sayangnya si api biru tersebut sangat jarang sekali muncul pada saat hari sedang terang. Namun, tidak munculnya api biru ini bukan menjadi alasan bahwa Kawah Ijen sudah tak bisa dinikmati lagi. Justru, pada saat momen matahari terbit atau sunrise, Kawah Ijen ini juga menampilkan panorama alam yang menakjubkan. Perpaduan warna kuning hangat matahari dengan warna hijau toska air yang ada di dalam kawah pasti akan membuat mata kalian terpana. 

Hasil gambar untuk souvenir kawah ijen detiktravel

(gambar: https://travel.detik.com/)

Setelah selesai mengunjungi Kawah Ijen dan hendak menuruni gunung, kalian bisa mampir di toko souvenir yang menjual berbagai aksesoris atau pernak pernik khas Kawah Ijen. Salah satu yang terkenal adalah ukiran belerang ijen. Bongkahan batu belerang ini diukir oleh para penduduk sekitar dengan berbagai macam bentuknya. Meskipun aroma belerang masih sangat kental di produk souvenir ini, tapi uniknya souvenir ini memang layak dijadikan sebagai buah tangan.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.