Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Benteng Kalamata, Rekam Jejak Portugis Yang Tersimpan Manis di Ternate
Tags : #benteng #kalamata #ambon

Dari tempat ini lah, keindahan Pulau Tidore dan Pulau Maitara dapat terlihat secara jelas dari kejauhan. Di tempat ini juga, sejarah perjuangan bangsa Indonesia juga tercatatkan. Bangunan megah dengan nilai artistik yang cantik ini berdiri kokohnya di pesisir Ternate. Tempat ini bernama Benteng Kalamata. Benteng Kalamata ini merupakan benteng peninggalan bangsa Portugis pada tahun 1540. Awalnya benteng ini bernama Benteng Santa Lucia. Lalu, lambat laun berganti nama menjadi kalamata yang tak lain dan tak bukan merupakan nama Pangeran Kalamata.

Hasil gambar untuk benteng kalamata

(gambar: https://backpackerjakarta.com/)

Hasil gambar untuk benteng kalamata

(gambar: https://travel.detik.com/)

Karena Benteng Kalamata ini merupakan peninggalan Portugis, desain arsitektur dari benteng ini sangat kental dengan nuansa Portugis di kala itu. Beberapa hal yang mengindikasikan bahwa bangunan ini bernuansa Portugis adalah bentuk bentengnya yang tidak terlalu tebal. Beda dengan tebal dinding benteng Belanda, ketebalan dinding benteng peinggalan Portugis hanya sekitar 60 cm. Selain itu, tinggi benteng juga hanya 3 meter. Terdapat empat bastion dengan lubang bidik senjata pada setiap bastionnya di Benteng Kalamata ini. Satu lagi peninggalan benteng ini yang dapat kalian saksikan adalah adanya sumur kuno yang menajdi mata air para tentara pada waktu itu.

Hasil gambar untuk benteng kalamata

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Benteng Kalamata ini menarik bukan hanya karena dari sisi arsitekturnya yang sangat cantik, sejarah dibalik berdirinya Benteng Kalimata juga menairk untuk kalian simak. Awalnya Benteng Kalamata ini menjadi benteng pertahanan Portugis dalam menahan serangan Spanyol yang waktu itu berusaha menguasai Ternate dan Tidore. Namun, Portugis bertahan di nusantara tidak lama. Setelah dinyatakan menyerah, Portugis pergi dari nusantara dan Benteng Kalamata ini jatuh di tangan Belanda. Di pihak Belanda, benteng ini berfungsi menjadi pos perdagangan rempah-rempah sekaligus benteng pertahanan tentara VOC. Pada tahun 1625, benteng ini ditinggalkan begitu saja oleh Belanda dan diambil alih lagi oleh Spanyol hingga tahun 1663. Benteng ini kembali kosong dan kekosongan benteng ini kembali ke dalam pangkuan pihak Belanda. Peristiwa ini berlanjut hingga pada tahun 1843, bahwa Belanda mengumumkan jika benteng ini resmi dikosongkan.

Hasil gambar untuk benteng kalamata

(gambar: https://travelingyuk.com/)

Setelah Belanda mengosongkan benteng pada tahun 1843, kondisi Benteng Kalamata menjadi kumuh dan tak terurus. Bahkan, benteng yang berdiri kokoh ini sempat tergenang air laut karena abrasi pantai. Kondisi tak terurus ini berlanjut hingga tahun 1989. Pada tahun 1989, pemerintah pada masa itu mengambil keputusan untuk memugar Benteng Kalamata sehingga menyerupai dengan bentuk aslinya tanpa menghilangkan satu unsurpun. Pemugaran secara besar-besaran terhadap benteng ini dilakukan pada tahu 1994. Dengan dipugarnya benteng ini, para generasi bangsa dapat mengetahui saksi bisu sejarah yang pernah terjadi di Indonesia. Kini, Benteng Kalamata telah menjadi salah satu objek wisata sejarah yang berada di Ternate. Kemegahan arsitekturnya dan sejarah yang ada di dalamnya menjadi dua hal menarik yang membuat banyak pengunjung berdecak kagum.

Hasil gambar untuk jalanan kota ternate menuju benteng kalamata

(gambar: https://www.quipper.com/)

Benteng Kalamata terletak di Desa Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Benteng ini juga biasa disebut dengan Benteng Kayu Merah karena lokasinya yang memang berada di Desa Kayu Merah. Tidak lah sulit untuk menemukan benteng yang sarat akan nilai sejarah tinggi ini. Dari pusat Kota Ternate, kalian hanya perlu berkendara selama kurang lebih 15 menit saja. Namun apabila berangkat dari Bandara Sultan Babullah Ternate, kalian akan menempuh jarak kurang lebih 9 km. Moda transportasi yang dapat kalian gunakan taksi dan ojek. Namun, apabila ingin lebih fleksibel, kalian bisa menyewa kendaraan bermotor di Kota Ternate ini.

Hasil gambar untuk puncak benteng kalamata

(gambar: https://www.nativeindonesia.com/)

Satu yang pasti yaitu kalian akan dibuat kagum dengan kemegahan benteng ini dan keindahan alam di sekitarnya. Untuk menuju ke puncak bastion, kalian harus melewati beberapa tanjakan yang miring yang dahulu mungkin berfungsi untuk mendorong meriam. Dari puncak bastion, kalian dapat dengan jelas melihat dua pulau yaitu Pulau Tidore dan Pulau Maitara yang berada tepan di depan benteng ini berdiri. Semilir angin sejuk yang menghampiri dipadukan cuaca yang cerah membuat kalian semakin menikmati liburan kalian di Benteng Kalamata ini. Destinasi wisata ini semakin indah kala adanya pancaran sang surya di ufuk barat yang menandakan datangnya matahari terbit atau yang biasa kita sebut dengan sunset. Perubahan langit dari warna biru menjadi jingga merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh banyak wisatawan.

Hasil gambar untuk ikan cakalang asap dengan sambal colo colo

(gambar: https://info-kuliner.com/)

Saat berkunjung ke Ternate, kurang lah rasanya apabila tidak mencicipi kuliner khasnya. Salah satu yang wajib untuk dicoba ketika berada di Ternate adalah ikan asapnya. Sesuai dengan namanya, proses pengolahan ikan ini diasap dengan bumbu khas Ternate. Ikan yang digunakan yaitu ikan tuna dan ikan cakalang. Masyarakat lebih memilih jenis ikan tersebut karena dagingnya tahan lama ketika diasap. Makanan ini sangat sederhana namun cita rasanya sangat mewah. Tidak bisa dipungkiri bahwa rasanya begitu enak. Ikan aspa ini akan semakin nikmat jka disantap dengan nasi hangat, sambal colo-colo, dan kerupuk.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.