Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Istana Maimun, Bukti Eksistensi Kejayaan Kesultanan Deli di Medan Yang Masih Berdiri Kokoh
Tags : #istana #museum #medan #maimun

Seperti yang kalian ketahui, Indonesia dahulunya merupakan sebuah negara yang terdiri dari berbagai macam kerajaan. Keberadaan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia ini tentunya meninggalkan bukti peninggalan yang kini menjadi suatu hal yang sangat ikonik. Banyak dari peninggalan kerajaan yang kondisinya saat ini dijadikan sebagai koleksi di museum hingga istana kerajaan menjadi destinasi wisata yang tak sepi pengunjung. Salah satu kerajaan di Indonesia yang masih meninggalkan bekas sejarah berupa istana adalah Kesultanan atau Kerajaan Deli. Eksistensi dari kerajaan ini dapat terlihat dari bangunan megah nan cantik yang biasa kita kenal dengan Istana Maimun.

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli idntimes

(gambar: https://www.tutyqueen.com/)

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli lariz

(gambar: http://corporate.larizhotels.com/)

Kerajaan Deli ini meraih puncak kejayaannya saat berada di bawah kepemimpinan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Di bawah era Sultan Makmun ini, dibangunlah sebuah istana meagah yang dulu menjadi pusat segala aktivitas kerajaan. Istana yang dibangun pada tahun 1888 ini memerlukan dana yang tak sedikit untuk menghasilkan aristektur yang sangat rapi ini. Diperkirakan, dana yang digelontorkan oleh Kesultanan Deli untuk membangun istana ini mencapai satu juta gulden Belanda.  Pembangunan istana kabarnya menghabiskan dana setara satu juta gulden Belanda atau jika kini dirupiahkan satu juta gulden Belanda akan setara dengan kurang lebih 8 milyar Rupiah. Jumlah yang sangat fantastis, bukan? 

Hasil gambar untuk becak motor medan

(gambar: https://www.adira.co.id/)

Istana Maimun ini berlokasi di Jalan Sultan Ma'moen Al Rasyid No.66, A U R, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak tak jauh dari Alun-alun Kota Medan yaitu hanya berjarakan 7 km membuat Istana Maimun ini mudah dicapai dengan menggunakan beberapa jenis kendaraan. Jika dari Alun-alun Kota Medan, cobalah untuk menggunakan becak montor khas Medan untuk mengunjungi Istana Maimun. Tentu saja sensasi menaiki becak di Medan akan berbeda dengan sensasi naik becak di wilayah lainnya. Perlu kalian ketahu juga, letak Istana Maimun ini juga sangat dekat dengan Stasiun Medan, yaitu hanya berjarak kurang lebih 2 km saja. 

Hasil gambar untuk tiket masuk istana kesultanan deli

(gambar: https://kulibur.com/)

Istana Maimun ini dapat kalian nikmati dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000. Selain uang tiket masuk, kalian yang membawa kendaraan juga akan dikenai tarif parkir. Tarif parkir untuk sepeda motor yaitu Rp. 3.000 dan mobil yaitu Rp. 5.000. Sedangkan jam berkunjung museum ini mulai dari jam 08.00 hingga 12.00. Museum ini akan tutup selama 1 jam hingga jam 13.00. Lalu dibuka kembali pada pukul 13.00 hingga pukul 17.00. Istana ini buka setiap hari sehingga memungkinkan para pengunjung untuk datang pada hari apa saja. 

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli tripadvisor

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/)

Istana Maimun ini memiliki dua lantai dimana warna kuning menjadi warna yang mendominasi keseluruhan istana. Dipilihnya warna kuning ini karena warna kuning ini merupakan warna kebesaran dari Kesultanan Deli. Seni arsitektur yang diadopsi oleh istana ini didapat dari tipe rancangan bangunan Melayu, Mogul, Arab, India, hingga Eropa. Diarsiteki oleh seorang kapten Koninklijk Nederlandsch Indisch Legar (KNIL) bernama Th Van Erp, istana ini mempunyai banyak kultur di dalamnya. Misalnya, ada 28 anak tangga yang didatangkan langsung dari Italia. Lalu, dinding dan atapnya menyerupai bangunan khas Melayu dan Timur Tengah. Sedangkan jendela dan pintu dibuat lebar dan tinggi sesaui dengan ciri khas Belanda. Nuansa Arab timbul pada bentuk lengkung atapnya. 

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli indonesiagoid

(gambar: https://indonesia.go.id/)

Istana Maimun ini berdiri di sebuah kawasan yang memiliki luas hingga 2.772 meter persegi. Total Istana Maimun memiliki jumlah ruangan mencapai 30 ruangan yang dibagi menjadi 3 area. Area pertama adalah ruang induk, kemudian ada sayap kanan, dan yang terakhir adalah sayap kiri. Sayangnya, para pengunjung hanya bisa memasuki area ruang induk karena area sayap hingga kini masih dihuni oleh para keturunan sultan. 

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli plakat

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/)

Meskipun begitu, kalian akan masih tetap bisa menyaksikan beberapa benda peninggalan Kesultanan Deli yang ditampilkan pada ruang tengah istana. Terdapat sebuah plakat peresmian istana yang ditulis tepat di atas marmer ini dengan Bahasa Belanda dan Arab. Pada plakat tersebut, dapat ditemui tulisan 26 Agustus 1888 dimana tanggal tersebut merupakan hari dimana Istana Maimun diresmikan. 

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli singgasana kumparan

(gambar: https://kumparan.com/)

Selain plakat, pada ruang tengah yang luasnya mencapai 412 meter ini juga terdapat singgasana berwarna kuning menyala dengan taburan kristal cukup indah. Konon, singgasana ini didatangkan langsung dari Eropa. Beberapa peninggalan berupa senjata tradisional kerajaan juga ada pada ruangan ini. Kalian dapat menemukan keris, pedang, dan tombak yang dulunya digunakan kerajaan dalam melawan musuh. Kemudian ada juga lima gebuk yang biasa digunakan untuk membasuh kaki dan tangan raja. 

Ruang induk tengah ini juga masih sering menggelar upacara kerajaan seperti penobatan raja hingga penerimaan tamu besar dari daerah lain. Pada dindingnya, termpampang foto sultan-sultan Deli dan permaisurinya. Tak ketinggalan juga foto Sultan Deli saat menjamu anggota dari pemerintahan Hindia Belanda. Ruangan lain pada ruang induk kini telah menjadi ruang gerai pameran. 

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli meriam puntung

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/))

Keluar dari istana, kalian akan menjumpai Meriam Puntung. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, meriam ini merupakan jelmaan dari Putri Hijau. Cerita ini berawal dari sang putri yang menolak pinangan dari Kerajaan Aceh. Lalu, ketika Kerajaan Aceh menggempur Kesultanan Deli, sang putri menjelma menjadi sebuah meriam. Pada cerita rakyat ini, digambarkan bahwa meriam itu menembak hingga terus menerus, sampai akhirnya patah menjadi dua (putung). Potongan meriam terlempar sampai ke Dataran Tinggi Karo, berjarak sekitar 70 kilometer dari Istana Maimun. 

Hasil gambar untuk istana kesultanan deli datawisata

(gambar: https://www.datawisata.com/)

Di Istana Maimun, kalian dapat memotret keunikan struktur bangunan yang ada hingga benda-benda peninggalan sejarhnya. Pastikan memori kalian cukup untuk memotret segala momen yang kalian ciptakan di istana ini. Berpose di pelataran istana dengan memanfaatkan latar belakang Istana Maimun yang tampak gagah adalah kegiatan yang harus kalian lakukan jika berada di sini. Adanya rerumputan hijau dan pohon kelapa yang menghiasi istana membuat istana ini tampak cantik ketika berada di hasil jepretan. 

Hasil gambar untuk ucok durian medan

(gambar: https://independensi.com/)

Jika sedang berada di Kota Medan, jangan sampai ketinggalan mencicipi duriannya yang sudah terkenal hingga ke seluruh nusantara. Durian Medan ini memang berbeda dengan durian lainnya. Dengan daging buahnya yang tebal ditambah rasa yang dihadirkan selalu lezat, durian Medan menjadi incaran para wisatawan saat berada di Ibukota Sumatera Utara ini. Ada satu tempat durian Medan yang sangat terkenal yaitu Ucok Durian. Ucok durian ini menjual beberapa olahan durian seperti durian kupas, durian pancake, es krim durian, durian utuh, hingga durian beku. Temukan kelezatan rasa durian di Ucok Durian yang beralamatkan di Jalan Pelajar No. 46 Medan. 

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.