Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Monumen Kapal Selam (Monkasel), Kebanggaan Warga Kota Surabaya Hingga Satu-Satunya di Asia Tenggara
Tags : #monumen #kapalselam #surabaya

Dari dulu, Indonesia memang sangat dikenal sebagai negara maritim karena perairan lautnya yang begitu luas. Bahkan angka perbandingan antara darata dan lautan di Indonesia mencapai angka 2/3. Artinya 2/3 dari wilayah teritorial Indonesia berupa lautan. Hal ini membuat Indonesia tak terhindarkan dari perang yang terjadi di lautan. Tak heran jika kalian dapat menemukan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perairan di Indonesia.

Hasil gambar untuk monkasel utiket

(gambar: https://utiket.com/)

Hasil gambar untuk monkasel arifsetiawan

(gambar: https://arifsetiawan.com/)

Peninggalan sejarah ini terletak di Surabya. Sebagaimana kalian ketahui, Surabaya merupakan pusat perdagangan dan peratahanan Indonesia pada zaman penjajahan dahulu. Salah satu peninggalan sejarah yang tersisa di Surabaya adalah kapal selam. Indonesia sebagai negara maritim memiliki sebuah museum yang mengangkat kapal selam sebagai objeknya. Museum ini dikenal dengan Monumen Kapal Selam atau Monkasel. Museum ini memiliki sebuah kapal selam dimana para pengunjung dapat melihat alat-alat apa saja yang digunakan di dalamnya. 

Hasil gambar untuk monkasel mldspot

(gambar: https://www.mldspot.com/)

Tujuan didirikannya Monumen Kapal Selam adalah untuk pengingat betapa besarnya Indonesia sebagai negara maritim. Demi menanamkan semangat bangsa tentang kebanggan atas kekayaan bahari yang dimiliki, Monumen Kapal Selam ini hadir untuk semua rakyat Indonesia. Kapal yang dipilih menjadi objek di monumen ini merupakan salah satu kapal yang pernah terlibat dalam operasi Tri Komando Rakyat atau Trikora untuk merebut Irian Barat dari tangan musuh. Selain bersejarah, kapal ini juga dilengkapi dengan peralatan tempur super canggih pada zamannya dimana kapal selam ini dapat menghilang dari pencarian radar musuh.

Hasil gambar untuk monkasel beritabaik

(gambar: https://beritabaik.id/)

Kapal selam yang dijadikan museum di tempat ini adalah KRI Pasopati 410. Mulai dibangun pada tahun 1995 oleh Basofi Soedirman atau tidak lain dan tidak bukan adalah seorang gubernur Jawa Timur pada waktu itu. Yang membedakan monumen ini dengan monumen lainnya adalah Monumen Kapal Selam ini menggunakan kapal selam asli sebgai museumnya. Walaupun menggunakan kapal selam asli, pembangunan museum ini tergolong rumit. Pasalnya, KRI Pasopati 410 ini harus dibongkar terlebih dahulu menjadi 16 bagian. Setelah dipotong menjadi 16 bagian, potongan kapal selam ini dibawa terlebih dahulu ke tempat monumen ini lalu disambung kembali hingga membentuk sebuah kapal selam yang kini kalian saksikan. 

Hasil gambar untuk monkasel tripadvisor gerbang masuk

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/)

Terletak di kawasan tepi Kali Mas atau lebih tepatnya di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Monkasel ini dapat dengan mudah kalian kunjungi dari arah mana pun. Lokasi Monkasel ini sangat dekat dengan Stasiun Gubeng Baru. Bahkan, kalian hanya membutuhkan waktu 5 menit berjalan saja untuk sampai di Monumen Kapal Selam. Sedangkan, kalian yang ingin menggunakan bus umum dari Terminal Bungurasih, pilihlah bus dengan jurusan Gubeng-THR. Tinggal duduk manis, kalian akan sampai di Monumen Kapal Selam.

Hasil gambar untuk monkasel gotravelly

(gambar: https://www.gotravelly.com/)

Monumen Kapal Selam buka setiap hari mulai dari jam 08.00 – 21.00 WIB. Harga tiket yang dikenakan pun juga sangat terjangkau. Dengan membayar Rp. 15.000, kalian dapat mengunjungi  dan mengenal lebih jauh salah satu kapal bersejarah yang dimiliki di Indonesia. Destinasi wisata ini sangat cocok untuk wisata keluarga. Monkasel ini akan mengenalkan wawasan baru tentang kapal selam bahkan kekuatan militer laut Indonesia kepada siapa saja yang mengunjunginya. 

Hasil gambar untuk monkasel tripadvisor dalam

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/)

Setelah memasuki KRI Pasopati, kalian akan disambut dengan 7 ruangan kapal yang memiliki fungsi masing-masing. Ruangan tersebut meliputi ruuang untuk haluan Torpedo yang dipersenjatai dengan 4 torpedo propeller. Ruangan ini juga bertindak sebagai  ruang penyimpanan untuk torpedo. Kemudain ada ruangan kedua yang terdiri dari Ruang Komandan, Ruang Makan, Ruang Kerja, dan Ruang untuk Baterai I yang berada di bawah dek. Ruang noomor 3 yaitu Jembatan utama Pusat Komando dan Penyimpanan Makanan di bawah dek. Lalu ada Ruangan awak Kapal, Dapur, dan penyimpanan untuk Baterai II yang ada di bawah dek. Kemudian ada juga ruangan yang menyimpan Mesin Diesel dan Terminal Mesin. Nomor 6 merupakan Kamar Mesin Listrik. Dan yang terakhir adalah Ruangan Torpedo dimana di ruangan ini terdapat 2 buah torpedo. 

Hasil gambar untuk pemandu wisata di monkasel di dalam kapal

(gambar: http://www.liburananak.com/)

Tak usah khawatir jika kalian tidak mengenali tempat-tempat yang ada di dalam kapal selam ini. Setiap kali kunjungan ke Monkasel, para pengunjung akan mendapatkan seorang pemandu yang mengarahkan alur jalan pengunjung dan menjeleaskan kegunaan alat-alat yang ada di dalam kapal selam ini. Selain mendapatkan penjelasan oleh pemandu wisata, kalian juga bisa menjajal beberapa alat yang ada didalamnya seperti periskop. Periskop yang ada di dalam kapal selam ini masih berfungsi dengan baik. Kalian dapat melihat secara jelas lingkungan luar dari kapal selam ini dengan menggunakan periskop ini.

Hasil gambar untuk videorama monkasel

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/)

Setelah menelusuri setiap sudut museum, kalian dapat pergi ke mini teater atau video rama yang terletak di luar kapal selam. Di video rama ini, kalian akan menyaksikan sebuah film dokumenter yang menayangkan tentang perjalanan kapal selam KRI Pasopati 410 di saat menjalankan tugasnya membantu membela negara. Meskipun ruangan video rama tergolong kecil, namun fasilitas seperti audionya sudah sangat mumpuni. Penayangan film ini berdurasi sekitar 30 menit lamanya.

Hasil gambar untuk monkasel malam hari

(gambar: https://storymedicineasheville.com/)

Bagi para pengunjung yang datang ke museum ini pada hari Sabtu dan Minggu, kalian dapat menyusuri keindahan Sungai Kalimas dengan menyewa perahu motor. Aktivitas seperti ini dapat kalian nikmati dengan hanya membayar tiket Rp. 20.000 per orangnya. Bahka, para pengunnjung dapat merasakan suasana malam hari menyusuri Sungai Kalimas hingga malam hari. Suasana pada malam hari tentunya akan semakin eksotis karena adanya kerlap-kerlip lampu yang menghiasi suasana Monkasel maupun sekitar Monkasel. 

Hasil gambar untuk kolam renang di monkasel

(gambar: https://travelspromo.com/)

Di sebelah persis kapal selam, terdapat wahana kolam renang yang dikhususkan untuk anak-anak. Kolam renang ini cukup dangkal jadi sangat aman untuk anak-anak. Karena kolam ini berfungsi hanya sebagai kolam renang, maka tidak ada wahana air seru seperti perosotan dan lain-lainnya seperti yang ada di water park. Meskipun begitu, keseruan berenang di kolam renang Monkasel ini tidak akan hilang. 

Hasil gambar untuk tahu campur surabaya

(gambar: https://www.puteramentari.com/)

Bagi kalian yang mencari jajan atau makanan di sekitar museum, tak usah khawatir! Ada banyak sekali kios-kios yang menjajakan dagangannya berupa makanan dan minuman kepada para wisatawan yang berkunjung. Umumnya makanan yang dijual adalah nasi goreng, mie goreng, atau bahkan maknanan khas Surabaya seperti tahu campur dan tahu tek. 

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.