Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Pantai Krui, Alternatif Surfing di Tanah Kain Tapis
Tags : #pantai #lampung #samudrahindia

Surfing atau berselancar kini sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari aktivitas yang harus dilakukan jika berwisata di sebuah pantai. Pantai yang cocok untuk dijadikan lokasi surfing pun bukan pantai yang biasa saja. Setidaknya pantai yang layak untuk menjadi lokasi surfing harus memiliki gelombang ombak cukup besar. Gelombang besar ini lah yang menjadi tantangan tersendiri dan selalu dinantikan oleh para wisatawan yang gemar berselancar. Pantai yang memiliki gelombang besar ini biasanya tersebar di Pulau Jawa dan Bali. Namun, siapa sangka jika di Sumatera, tepatnya di Lampung terdapat sebuah pantai yang menjadi lokasi favorit untuk berselancar. Pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini bernama Pantai Krui.

Hasil gambar untuk surfing di pantai krui

(gambar: http://www.wlampung.com/)

Hasil gambar untuk desa krui

(gambar: https://www.cnnindonesia.com/)

Pantai kebanggan masyarakat Lampung ini berada di Desa Walur, Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Barat. Lokasi Pantai Krui ini sungguh terpencil sehingga memerlukan banyak tenaga dan waktu untuk mencapainya. Dari pusat Kota Bandar Lampung pun, kalian harus menempuh jarak kurang lebih 244 km dengan estimasi waktu sekitar 5 jam. Bagi kalian yang ebrasal dari luar daerah, kalian bisa mengakses Bandar Lampung terlebih dahulu dengan menggunakan penerbangan menuju Bandar Lampung atau kapal fery di Pelabuhan Bakauheni. Setelah itu, kalian bisa menggunakan kendaraan sewa untuk mengantarkan kalian ke tempat tujuan. Bagi yang ingin memanfaatkan transportasi umum, kalian bisa mmemilih bus ke arah Kabupaten Lampung Barat terlebih dahulu. Lalu, berganti moda transportasi lagi. Sedikit ribet namun ongkos yang dikeluarkan tidak sebanyak apabila menyewa kendaraan. Di sepanjang perjalanan, kalian akan dibuat takjub dengan pemandangan Bukit Barisan. Medan jalan yang naik turun dan berkelok juga menjadi sensasi tersendiri.

Hasil gambar untuk pantai krui malam hari

(gambar: https://www.lampung.co/)

Pantai Krui buka 24 jam nonstop setiap harinya. Durasi buka yang memang lama membuat banyak pengunjung betah beralama-lama di pantai ini. Meskipun kalian bisa berlama-lama, sangat tidak disarankan untuk bertahan hingga malam di pantai ini. Tidak adanya penerangan yang memadai dan pemandangan yang bisa dinikmati menjadi alasan utama untuk tidak bertahan di Pantai Krui hingga malam hari. Di samping durasi bukanya yang lama, Pantai Krui ini tidak menerapkan biaya tiket masuk kepada pengunjung atau dengan kata lain gratis. Wisata murah dengan panorama menakjubkan, kemana lagi kalau bukan ke Pantai Krui.

Hasil gambar untuk pantai krui

(gambar: https://www.lampung.co/)

Hamparan pasir putih yang membentang sepanjang pantai merupakan salah satu daya tarik dari Pantai Krui. Banyak sekali dari para pengunjung yang hanya sekadar duduk di atas pasir dan menikmati suasana pantai. Hal ini terjadi karena pasir Pantai Krui yang sangat bersih sehingga mampu membuat pengunjung nyaman. Pohon kelapa yang berjejeran di tepi pantai semakin melengkapi keeksotisan pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia ini. Menikmati pantai ini hanya dengan berduduk santai bukan lah opsi yang salah. Buktinya, banyak sekali wisatawan yang melakukan itu. Rasa kan lah hembusan semilir angin yang datang bersamaan dengan gemuruh ombak laut dimana suasana seperti ini sangat lah jarang kalian temukan di tempat lain, terutama di perkotaan.

Hasil gambar untuk kompetisi selancar di pantai krui

(gambar: https://www.liputan6.com/lifestyle/)

Pantai Krui ini dari dulu terkenal dengan ombak besarnya yang menantang. Tak heran jika banyak sekali wisatawan di sini yang memanfaatkan pantai ini untuk bermain selancar. Bahkan, karena ombaknya yang menggulung tinggi ini, Pantai Krui sering mengadakan kompetisi selancar bertaraf international setiap tahunnya. Kalian bisa menemukan berbagai tipe ombak yang ada. Ombak kecil, sedang, hingga besar ada semua di pantai ini. Kalian tinggal memilih spot yang pas dan sesuaikan kemampuan kalian dengan ombak yang ada. Tak hanya terkenal dengan tinggi ombaknya, Pantai Krui juga populer akan ombaknya yang panjang membentang. Bentangan ombak yang menggulung ini bahkan mencapai 200 hingga 300 meter.

Hasil gambar untuk snorkeling di pulau pisang

(gambar: https://backpackerjakarta.com/)

Selain menikmati Pantai Krui dengan duduk santai dan berselancar, kalian bisa pergi berlayar menuju Pulau Pisang dari pantai ini. Durasi penyeberangan yang tak begitu lama yaitu sekitar 40 menit, tak sedikit dari wisatawan yang sekalian plesir ke Pulau Pisang. Pulau Pisang ini merupakan salah satu pulau terdekat dari Pantai Krui. Pulau sepi penghuni ini mampu membuat siapa yang mengunjunginya merasa damai dan nyaman. Suasana sepi dan lingkungan yang bersih ini menjadi faktor utama mengapa banyak pengunjung yang juga mendatangi Pulau Pisang ini. Lembutnya pasir putih yang ada di pantai pulai ini membuat siapa saja betah berlama-lama di Pantai Krui. Dari pulau ini, kalian bisa melakukan snorkeling atau diving. Pemandangan bawah lautnya yang masih penuh dengan keaslian terumbu karangnya dijamin tidak akan membuat kalian menyesal untuk melakukannya.

Hasil gambar untuk seruit

(gambar: https://www.jalajahnusae.com/)

Seharian beraktivitas di Pantai Krui dan Pulau Pisang tentu akan menyebabkan perut kalian kosong dan merasa lapar. Mengisi perut setelah berlibur menjadi suatu keharusan yang wajib dilakukan. Jika sedang berlibur di suatu daerah, maka jajal lah kuliner daerah tersebut. Jarang ditemui di daerah lainnya dan sangat unik menjadi alasan kuat bagi kalian untuk mencoba olahan khas daerah. Di Lampung Selatan sendiri, kuliner yang paling populer adalah seruit. Seruit merupakan olahan makanan yang berbahan dasarkan ikan. Ikan ini ada yang digoreng atau dibakar. Disantap menggunakan lalapan lengkap beserta sambal terasi, tempoyak atau mangga, seruit menjadi hidangan wajib jika sedang berada di Lampung Selatan. Yang unik dari seruit ini adalah sambal pendampingnya. Sambal yang dipakai biasanya sambal terasi dan sambal tempoyak. Untuk membuat sambal terasi dibutuhkan cabai, garam, penyedap rasa, rampai dan terasi bakar. Sedangkan untuk membuat sambal tempoyak dibutuhkan daging durian yang sudah matang, pisahkan dengan bijinya dan beri sedikit garam. Lalu tambahkan cabe rawit dan simpan dalam wadah yang tertutup rapat selama beberapa hari.