Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Goa Batu, Napak Tilas Situs Bersejarah di Bali Yang Masih Eksis
Tags : #goa #suci #batu #bali

Telah kalian ketahui semua, Bali memang surganya pariwisata di Indonesia. Mengapa demikian? Pasalnya, Bali memiliki objek wisata yang sangat lengkap. Mulai yang dari paling terkenal yaitu eksotisnya pantai, wilayah pegunungan yang sejuk, hingga arsitektur bangunannya yang sangat khas. Itu pun masih sebagian dari objek wisata yang ada di Bali. Bali masih menyimpan destinasi wisata yang sarat dengan sejarahnya. Salah satu objek wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi adalah Goa Gajah. Goa Gajah merupakan sebuah situs candi kuno yang sudah berdiri sejak 1000 tahun yang lalu. Goa ini berfungsi sebagai tempat suci bagi umat Hindu dan Budha.

Hasil gambar untuk goa gajah bali

(gambar: https://www.hargatiket.net/)

Hasil gambar untuk goa gajah bali unesco

(gambar: https://www.wisatatourdebali.com/)

Desain arsitektur Candi Goa Batu ini terlihat berbeda dengan candi-candi pada umumnya. Apabila, candi yang biasanya kalian ketahui selalu menjulang tinggi ke atas dan luas, maka hal itu tidak berlaku dengan bentuk arsitektur Candi Goa Batu. Pada situs bersejarah ini, desain arsitektur candinya masuk ke dalam sebuah tebing. Sungguh unik, bukan? Karena keunikannya ini lah, UNESCO memasukkan Goa Gajah sebagai salah satu daftar tentatif situs warisan dunia yang harus dilindungi. Tentatif ini berarti masih belum pasti. Namun, seharusnya UNESCO wajib menetapkan Goa Gajah ini ke dalam situs warisan dunia yang harus dilindungi karena keunikannya dan sejarah dibaliknya.

Hasil gambar untuk sungai petanu

(gambar: https://bali.tribunnews.com/)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Goa Gajah ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi di Bali. Pura ini menjadi tempat suci bagi umat Hindu dan Budha di Bali ketika masa pemerintahan Dinasti Warmadewa. Dala kitab lontar Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca 1365 Masehi, ada sebuah tulisan Lwa Gajah. Arti dari tulisan tersebut yaitu sungai gajah. Dan sungai itu memang benar adanya. Letaknya berada di depan candi dan sekarang sungai tersebut dikenal dengan sebutan Sungai Petanu.

Hasil gambar untuk gua gajah bali

(gambar: https://pesona.travel/)

Goa ini dikenal sebagai salah satu pura yang mempunyai nilai sejarah sangat tinggi di Pulau Bali. Pura Goa Gajah merupakan lokasi suci untuk umat Hindu dan Budha Bali pada masa pemerintahan Dinasti Warmadewa. Dinasti Warmadewa ini diketahui menguasai Pulau Dewata pada rentang abad 10 hingga abad 11 Masehi. Goa Batu ini pertama kali kembali ditemukan pada zaman Hindia Belanda yaitu di tahun 1923. Mereka menemukan arca Ganesha, Tri Lingga, dan Harti. Dari situ, dilakukan lah penelitian yang berlanjut oleh Dr. WF. Stuterhiem sebelum kemerdekaan dan dilanjutkan oleh J.L Krijgman.dan Dinas Purbakla RI pada masa setelah kemerdekaan. Dari hasil penelitian pada masa setelah merdeka, ditemukan enam patung berbentuk perempuan dan sebuah pertirtaan kuno.

Hasil gambar untuk perjalanan menuju goa gajah bali

(gambar: https://www.nativeindonesia.com/)

Letak dari Pura Goa Gajah ini tepat berada di bawah tepi jurang yang menjadi pertemuan dari sungai kecil di desa atau secara administratifnya beralamtkan di  Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Jarak yang akan kalian tempuh untuk mencapai Pura Goa Gajah dari Denpasar adalah sekitar 40 km. Apabila kalian berangkat dari Ubud, jaraknya pun hanya berkisar 5 km saja. Mencari lokasi wisata ini juga tidak sulit karena berada di jalur utama Denpasar ke Istana Tampaksiring. Transportasi umum yang mengantarkan kalian menuju tempat wisata ini masih belum tersedia. Namun, kalian tak perlu risau. Kalian bisa menyewa mobil atau sepeda motor terlebih dahulu di Denpasar agar mobilitas berlibur kalian di Bali semakin lebih mudah.

Hasil gambar untuk goa gajah bali

(gambar: https://www.androphedia.com/)

Biaya tiket masuk ke dalam Pura Goa Gajah ini adalah Rp. 30.000 per orangnya. Lalu, bagi kalian yang membawa kendaraan mobil akan dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000 dan Rp. 2.000 untuk sepeda motor. Destinasi wisata ini buka mulai dari jam 08.00 – 17.00 WITA. Namun, faktanya Pura Goa Gajah ini buka selama 24 jam karena tempat ini masih ebrfungsi sebagi tempat suci yang digunakan untuk sembahyang bagi umat Hindu dan Budha hingga saat ini. Oleh karena itu, Goa Gajah ini dibuka selama 24 jam untuk kepentingan bersembahyang.

Hasil gambar untuk pintu goa gajah

(gambar: https://bobo.grid.id/)

Saat memasuki ke dalam goa, kalian akan menemukan beberapa peninggalan sejarah yang beragam jenis rupanya. Pada bagian mulut goa, terdapat patahan berupa sulur daun-daunan, batu karang, kera, babi, dna raksasa. Mulut goa pada Goa Gajah ini memiliki tinggi 2 meter dan lebar kurang lebih 1 meter. Kemudian pada lorong dinding timurnya, terdapat tulisan “kumondan sahy(w)angsa” Diperkirakan, tulisan pada lorong dinding timur goa ini ditulis pada abad ke-11.  Lalu, kalian juga akan menemui ceruk yang berjumlah 15 buah banyaknya. Pada ceruk-ceruk ini, terdapat arca yang berbentuk Ganesha dan Trilingga yang terletak di sebelah ujung barat dan ujung timur.

Hasil gambar untuk goa gajah tirta

Selain peninggalan berupa arca, Pura Goa Gajah ini juga memiliki pertirtaan yang berada 3 meter di bawah permukaan tanah pelataran pura. Sumber air pada pertirtaan ini berasal dari mata air yang terletak 100 meter di sebelah timur goa. Terdapa 3 buah kolam pertirtaan yang dapat kalian jumpai di sini dimana masing-masing kolam dipisahkan oleh tembok yang rendah. Tak hanya itu, pertirtaan ini juga dilengkapi dengan pancuran dada yang berjumlah 6 buah.

Hasil gambar untuk tukad pangkung candi tebing

(gambar: https://bayumahatmanda.blogspot.com/)

Pura Goa Gajah ini juga diperindah dengan adanya Tukad Pangkung yang berada di bagian selatan Goa Gajah. Tukad Pangkung ini merupakan lembah sebuah lembah yang menyimpan berbagai peninggalan seperti relief payung susun tiga belas, relief stupa bercabang tiga, dan fragmen arca Budha. Bentuk dari Tukad Pangkung ini menyerupai sebuah ceruk pertapaan. Dahulunya tempat ini berfungsi sebagai tempat bersembahyangnya umat Budha. Tak hanya itu, bangunan yang ditemukan di area Tukad ini diperkirakan merupakan sebuah Candi Tebing. Hal ini dapat dilihat dengan adanya fragmen bangunan yang merupakan bagian dari patahan dinding atau tebing.

Hasil gambar untuk berfoto di gua gajah

(gambar: https://www.jejakpiknik.com/)

Pada dasarnya, para pengunjung yang datang ke Goa Gajah ini mengagumi keindahan arsitektur beserta peninggalannya yang masih utuh. Dengan demikian, mereka menjadi lebih tahu bahwa peninggalan-peninggalan era kerajaan zaman dahulu masih ada buktinya. Selain itu, tak sedikit juga dari mereka yang mengabadikan momennya di Pura Goa Gajah. Di sini, terdapat banyak sekali spot foto yang dapat kalian maksimalkan sehingga menghasilkan hasil jepretan yang sangat unik dan menarik.

Hasil gambar untuk nasi tepeng khas gianyar

(gambar: https://www.kintamani.id/)

Setelah mengunjungi Goa Gajah, kalian bisa mencari wisata kuliner yang terletak di sekitar Kabupaten Gianyar, Bali. Salah satu kuliner Gianyar yang menjadi rekomendasi banyak wisatawan adalah  nasi tepeng. Nasi tepeng merupakan kuliner pedas yang kaya akan rempah. Teksturnya sedikit mirip dengan bubur. Sementara lauknya terdiri dari sayuran seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, hingga kelapa parut dan disajikan di atas daun pisang. Kalian dapat dengan mudah menemui pedagang yang mejual nasi tepeng di Gianyar.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.