Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Tahura Sultan Adam, Ekowisata Andalan dari Kalimantan Selatan
Tags : #tahura #banjar #hijau

Memasukkan objek wisata perbukitan ke dalam daftar liburan memang tidak pernah salah. Sejuknya udara ditemani dengan angin yang berhembus mampu membuat siapa saja yang datang betah berlama-lama di objek wisata tersebut. Bentangan alam Indonesia yang sangat beragam tentunya akan memudahkan kalian untuk mencari objek wisata yang berupa perbukitan. Salah satu objek wisata perbukitan yang memiliki pesona alam mengagumkan adalah Tahura Sultan Adam. Tahura Sultan Adam ini merupakan sebuah hutan yang kini telah disulap menjadi ekowisata yang menawarkan jejeran peopohonan rindang sebagai daya tarik utamanya. Jika berkunjung ke Tahura Sultan Adam, dapat dipastikan kalian tidak akan kehabisan cara untuk menikmati tempat yang super keren ini.

Hasil gambar untuk tahura sultan adam

(gambar: http://bappelitbang.banjarkab.go.id/)

Hasil gambar untuk tahura sultan adam

(gambar: https://apahabar.com/)

Lokasi Tahura Sultan Adam ini berada di Jalan Ir. Pangeran Mohammad Noor, Desa Mendiangin Timur, Karang Intan, Kota Martapura, Kalimantan Selatan. Menemukan Tahura Sultan Adam ini bukan lah perkara yang sulit karena lokasinya yang berada tidak jauh dari Bandara Syamsuddin Noor. Jarak yang akan akan kalian tempuh apabila berangkat dari Bandara Syamsuddin Noor adalah sekitar 30 km dengan waktu 45 menit. Kondisi jalanan menuju objek wisata pun sudah cukup baik walaupun masih ada beberapa yang rusak ketika hampir sampai di Tahura Sultan Adam. Tak lama dari jalan yang sedikit rusak, kalian akan sampai di pos retribusi. Pada pos retribusi ini, kalian sudah bisa menikmati fasilitas yang ada di Tahura Sultan Adam yaitu berupa kolam pemandian Belanda. Setelah melewati kolam tersebut, kalian perlu naik ke atas lagi sekitar 20 menit untuk sampai di tempat parkir kendaraan. Dari tempat parkir ini lah, kalian baru bisa mengakses ke puncak Tahura Sultan Adam.

Hasil gambar untuk kemah di tahura sultan adam

(gambar: https://janganlupapiknikk.blogspot.com/)

Tahura Sultan Adam ini memiliki durasi buka yang sangat lama karena objek wisata ini buka selama 24 jam dalam seminggu. Dengan demikian, kalian bisa mengunjungi Tahura Sultan Adam pada saat pagi, siang, hingga malam hari. Pada saat malam hari, lokasi tahura ini sering digunakan sebagai lokasi berkemah oleh para wisatawan. Untuk menikmati pesona alam Tahura Sultan Adam, wisatawan harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000. Harga yang sangat terjangkau tentunya untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Tahura Sultan adam.

Hasil gambar untuk kolam renang di tahura sultan adam

(gambar: https://www.nativeindonesia.com/)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, hal menarik dari Tahur Sulan Adam yang pertama kali kalian lihat adalah Kolam Pemandian Belanda atau yang biasa disebut dengan Kolam Mandiangin. Air yang berada di kolam berukuran 30 x 50 meter ini berasal dari mata air yang masih terjaga keasliannya. Kolam yang dibangun pertama kali pada tahun 1900-an ini dahulu berfungsi sebagai kolam renang bagi tamu yang berasal dari Eropa. Biasanya mereka tidak ingin berenang di sungai sehingga dibangun lah Kolam Mandangin ini. Lantai dasar kolam yang masih alami ditambah pemandangan sekitar yang menyejukkan hati akan membuat kalian betah berendam lama-lama di Kolam Mandangin ini.

Hasil gambar untuk benteng belanda di tahura sultan adam

(gambar: https://www.tribunnews.com/)

Bukit yang berada di ketinggian hampir 1000 mdpl ini menyisakan beberapa peninggalan Belanda yang hingga sekarang masih bisa kita saksikan keberdaannya meskipun beberapa diantaranya ada yang sudah roboh dan tidak utuh seperti pada saat awalnya. Salah satu bangunan peninggalan Belanda yang menjadi daya tarik dari Tahura Sultan Adam ini adalah Benteng Belanda. Eksistensi Benteng Belanda ini dijadikan banyak wisatawan untuk tujuan wisata seperti berfoto ria dan menggali sejarah yang ada. Namun tak sedikit juga wisatawan yang memanfaatkan benteng ini untuk tujuan spiritual. Suasana di benteng ini terasa begitu sejuk karena letaknya yang berada di puncak Tahura. Pemandangan yang ditawarkan ketika berada di puncak ini berupa gedung perkantoran Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru, dan beberapa wilayah di Kabupaten Banjar.

Hasil gambar untuk bukit tirai hijau di tahura sultan adam

(gambar: https://www.picuki.com/)

Selain gedung-gedung peninggalan Belanda, Tahura Sultan Adam ini juga populer dengan adanya Bukit Tirai Hujan. Bukit hijau nan cantik ini sering dijadikan sebagai lokasi foto prewedding bagi pasangan yang ingin melakukan pernikahan. Suasana yang romantis dan teduh lah yang membuat bukit ini cocok sebagai lokasi foto prewedding. Keunikan dari bukit ini terletak pada pohon besar di tengah bukit yang dikelilingi oleh ilalang-ilalang yang tinggi.  

Hasil gambar untuk kemah di tahura sultan adam

(gambar: https://banjarmasin.tribunnews.com/)

Karena jam operasional Tahura Sultan Adam sampai malam hari, hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk mendirikan tenda dan merasakan bermalam di puncak Bukit Tahura. Perlu kalian ketahui juga, lokasi berkemah yang ada di Tahura ini cukup luas. Tercatat, ada tiga spot perkemahan yang menjanjikan panorama alam terbaik dari Tahura Sultan Adam ini. Udara sejuk dan angin yang berhembus menjadi sajian utama jika memilih untuk berkemah di Tahura Sultan Adam ini. Pada saat hari libur atau di akhir pekan, lokasi Tahura ini banyak dipadati wisatawan yang ingin berkemah di Tahura. Jadi tak perlu khawatir sendirian jika berkemah di Tahura Sultan Adam. Kerlap kerli lampu Kota Banjarmasin dan Martapura yang berpadu satu dengan bintang ditambah menyantap jagung bakar atau mie rebus merupakan bagian dari cara menikmati malam di Tahura Sultan Adam.

Hasil gambar untuk soto banjar

(gambar: https://alviya.com/)

Sebenarnya di sekitar lokasi Tahura Sultan Adam terdapat beberapa warung yang menjajakan makanan. Namun, makanan yang dijual adalah makanan yang sangat identik dengan objek wisata seperti nasi goreng, mie rebus, jagung bakar, dan lainnya. Jika kalian yang ingin mencoba hidangan khas Banjar, maka kalian bisa mencarinya di pusat Kota Martapura maupun Banjarmasin. Seperti yang kalian ketahui, kuliner khas Kalimantan Selatan yang sudah sangat populer adalah Soto Banjar. Yang membedakan Soto Banjar dengan soto lainnya yaitu kuah soto Banjar lebih bening dan tidak berwarna kuning sehingga sebenarnya makanan ini lebih condong ke jenis sup. Untuk isiannya hampir sama dengan soto-soto lainnya. Soto banjar ini paling tepat disantap saat masih hangat-hangatnya. Rasa kuah kaldu ayamnya pun langsung terasa.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.