Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Desa Adat Bubohu, Ketika Adat dan Religi Berbaur Menjadi Satu
Tags : #desaadat #wisata #gorontalo

Kehidupan masyarakat Indonesia tak pernah lepas dari kaitannya dengan adat budaya dan agama. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya lokasi di berbagai wilayah yang menjadi tempat wisata rohani bagi beberapa agama yang terdapat di Indonesia. Biasanya, lokasi wisata rohani ini akan mengajak kalian untuk merasakan sensasi berziarah ke makam leluhur. Beberapa contoh tempat di Indonesia yang menjadi lokasi wisata rohani yaitu Kampung Mahmud di Kabupaten Bandung, Buntuk Burake di Tana Toraja, Sendangsono di Kulonprogo, dan lainnya. Selain tempat tersebut, masih ada satu tempat lagi yang bisa kalian jadikan tujuan berwisata rohani yaitu Desa Adat Bubohu di Gorontalo. Desa adat ini telah ditetapkan sebagai desa religius oleh Pemerintah Gorontalo karena masih terjaganya adat dan budaya dari desa tersebut dengan baik.

Hasil gambar untuk desa adat bubohu

(gambar: https://destinasiadi.id/)

Hasil gambar untuk perjalanan menuju desa adat bubohu

(gambar: https://gpswisataindonesia.info/)

Bagi kalian yang ingin mengunjungi Desa Adat Bubohu, desa adat ini terletak di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Apabila berangkat dari Bandara Jalaludin, Gorntalo, jarak yang akan kalian tempuh yaitu sekitar 35 km dengan estimasi waktu kurang lebih 1 jam. Karena masih belum adanya transportasi umum yang bisa mengantarkan ke desa adat ini, maka kalian harus mengakses desa adat ini menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan yang disewa sebelumnya di pusat Kota Gorontalo. Kondisi jalan menuju desa adat ini sudah cukup baik walaupun medan yang akan kalian lewati berupa kelokan dan tanjakan. Selain menggunakan jalur darat, wisatawan juga bisa memanfaatkan jalur laut untuk mengakses lokasi wisata ini. Apabila ingin menggunakan jalur laut, kalian harus ke Pelabuhan Gorntalo menaiki perahu nelayan dan melewati laut Tomini.

Hasil gambar untuk desa adat bubohu

(gambar: https://beritajempolan.com/)

Kalian tidak perlu membayar biaya tiket masuk ke objek wisata ini karena pihak pengelola membebaskan biaya tiket masuknya. Meskipun tidak ada tiket masuk, kalian tetap perlu menyiapkan biaya untuk transport ke lokasi wisata ini. Lokasi wisata ini juga buka selama 24 jam pada setiap harinya. Dengan demikian, kalian bisa mengatur waktu berkunjung lebih mudah dan juga durasi berkunjung kalian bisa lebih lama. Udara yang sejuk dengan sajian alam yang mempesona, pondok-pondok kecil beratapkan rumbia ini dibangun di desa adat ini. Karena lokasi wisata ini buka selama 24 jam, hal ini sangat memungkinkan bagi kalian untuk bermalam di Desa Adat Bubohu. Tentu saja, kalian harus meminta izin terlebih dahulu kepada warga agar bisa bermalam di pondok warga Desa Adat Bubohu.

Hasil gambar untuk desa adat bubohu

(gambar: https://gpswisataindonesia.info/)

Masyarakat yang tinggal di Desa Adat Bubohu ini mayoritas beragama muslim. Desa ini sengaja diciptakan sebagai desa religi oleh masyarakat karena untuk menarik perhatian para wisatawan baik lokal maupun internasional. Senyuman hangat masyarakat pun seakan menyambut kedatangan kalian ketika pertama kali menginjakkan kaki di Desa Adat Bubohu. Selain suasananya yang begitu tenang dan damai, lingkungan alam sekitar desa ini juga asri sheingga membuat para wisatawan betah berlama-lama di Desa Adat Bubohu. Desa adat ini cukup unik karena wisatawan yang berkunjung harus memasukkan kelerang terlebih dahulu ke dalam sebuah kotak. Tujuan dimasukkannya kelereng ini yaitu untuk menghitung jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Adat Bubohu.

Hasil gambar untuk upacara walima

(gambar: https://budaya.co/)

Salah satu daya tarik dari desa ini yaitu adanya sebuah tradisi bernama upacara Walima. Walima ini dihelat setiap Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada upacara ini, warga desa adat mengarak kue kolombengi ke masjid. Setelah sampai di masjid, kue-kue tersebut akan dibagikan kepada siapa saja yang menghadiri upacara ini. Kue kolombengi yang banyak ini ditata sedemikian rupa meninggi hingga menyerupai sebuah menara atau perahu. Karena sudah menjadi identitas dari desa ini, replika kue kolombengi ini dapat kalian temukan di hampir seluruh sudut desa. Di sini kalian bisa melakukan wisata religi dengan mengunjungi pesantren yang bernama Alam Bubohu. Pesantren alam ini didirikan oleh Yosep Tahir Ma’ruf. Keunikan pesantren ini dengan pesantren lainnya yaitu terletak pada bagaimana para santri diajak untuk memperlakukan lingkungan sekitar seperti makhluk hidup atau pun benda mati dengan baik.

Hasil gambar untuk desa adat bubohu

(gambar: https://gramho.com/)

Awal berdirinya Pesantren Alam ini bermula dari sang pendiri Yosep Tahir Ma’ruf berinisiatif untuk menanam pohon di area yang gersang pada tahun 1997 yang lalu. Seiring berjalannya waktu, Yosep ini membeli satu per satu petak tanah di sekitar area tersebut. Setelah menunggu lumayan lama, tanah yang tandus nan gersang ini ternyata menjadi sumber air. Sejak saat itu juga, pohon yang ia tanam bertumbuh besar. Kemudian, sumber mata air ini dipompa dan dialirkan hampir ke seluruh pemukiman yang ada di desa. Semenjak adanya sumber air tersebut, Yosep mulai membangun beberapa pondok dan kolam renang yang merupakan bagian dari bangunan Pesantren Alam Bubohu. Hinggat saat ini, jumlah santri yang ada di dalam pesantren ini sebanyak kurang lebih 700 orang dimana kebanyakan dari mereka merupakan warga asli dari Desa Bubohu. Nama alam yang tersematkan pada pesantren ini tentu bukan hanya sekadar nama. Materi cinta alam berupa menanam pohon pun benar-benar diterapkan dalam kurikulum pengajaran Pesantren Alam Bubohu.

Hasil gambar untuk masjid walima emas gorontalo

(gambar: https://www.picuki.com/)

Desa Adat Bubohu ini juga terkenal akan keindahan arsitektur dari Masjid Walima Emas yang berada di puncak bukit. Para wisatawan yang ingin mengunjungi masjid ini, maka mereka harus berjalan menanjak sejauh 500 meter. Masjid ini dinamakan Walima Emas karena warna pada kubah masjid ini berwarna emas. Uniknya lagi, kubah berwarna emas ini memiliki bentuk menyerupai kue khas Desa Adat Bubohu yaitu kue kolombengi. Masjid ini dibangun pada ketinggian 250 kaki di atas permukaan laut. Selain arsitekturnya yang unik, pemandangan berupa hamparan laut biru yang luas beserta bukit dengan rumput hijau sekitar Masjid Walima Emas ini sangat menakjubkan.  Gunung Dunalihe dan Teluk Tomini menjadi sajian menarik jika kalian berada di masjid ini. Sungguh, ini akan menjadi pengalaman kalian yang menakjubkan dan tak bisa didapatkan di tempat lainnya.

Hasil gambar untuk ayam iloni gorontalo

(gambar: https://ksmtour.com/)

Mengelilingi setiap sudut Desa Adat Bubohu ini tentu akan membuat kalian kelelahan. Bahkan, perasaan lapar pun juga tak jarang melanda ketika kalian selesai beraktivitas. Sayangnya, di desa ini kalian akan sedikit kesulitan jika ingin mencari masakan khas Gorontalo. Datang lah ke pusat kota Gorontalo dan temukan aneka ragam olahan khas Gorontalo. Salah satu kuliner rekomendasi yang wajib untuk kalian coba adalah ayam iloni. Sepintas, ayam iloni ini tidak memiliki perbedaan dengan olahan ayam lainnya. Yang menjadi pembeda ayam iloni dengan olahan ayam lainnya yaitu bumbu yang digunakan dan cara memasaknya. Aneka rempah digunakan dalam mengolah ayam iloni ini seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, dan lainnya. Rasa yang dihadirkan oleh ayam iloni yaitu gurih dan pedas.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.