Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Pantai Watu Maladong, Batu Karang Raksasa di Tepi Pantai Yang Penuh Pesona
Tags : #pantai #batu #karang

Sumba merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang kekayaan alamnya sungguh melimpah. Namun, diantara semua potensi wisata alam tersebut masih ada beberapa yang belum dimaksimalkan potensinya oleh masyarakat maupun pemerintah. Bukit-bukit hijau dengan savananya yang menyejukkan mata dan kebudayaan yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya menjadi daya tarik utama dari Sumba yang pantas untuk ditonjolkan. Dibalik kedua hal tersebut, Sumba masih menyimpan pesona alam yang tak kalah dengan wailayah lainnya. Misalnya saja, pantai yang eksotis dengan segala keunikannya masing-masing. Salah satu pantai yang memiliki keunikan ini adalah Pantai Watu Maladong. Keunikan dari pantai ini terletak pada ukuran batu karangnya yang sangat besar di tepi pantai sehingga menambah keeksotisan dari pantai ini.

Hasil gambar untuk pantai watu maladong

(gambar: https://phinemo.com/)

Hasil gambar untuk bandara tabaloka

(gambar: https://sipohonlontar.blogspot.com/)

Lokasi Pantai Watu Maladong terletak di Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jarak lokasi destinasi wisata ini pun tak jauh dari ibukota kecamatan yaitu Tambolaka. Pantai Watu Maladong dengan Tambolaka memiliki jarak tempuh kurang lebih 57 km dengan estimasi waktu sekitar 1 jam 15 menit. Bagi wisatawan yang dari luar pulau atau daerah, kalian bisa menggunakan pesawat dengan rute penerbangan menuju Bandara Tambolaka. Setelah dari bandara, kalian bisa menggunakan kendaraan umum atau pun kendaraan pribadi. Jika menggunakan kendaraan umum, kalian bisa memilih untuk menggunakan angkutan umum yang dapat berhenti di Walandimu. Setibanya di Walandimu, kalian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan ojek. Jika ingin lebih mudah, kalian bisa menyewa mobil beserta sopirnya yang akan siap mengantar kalian ke Pantai Watu Maladong.

Hasil gambar untuk sunset di pantai watu maladong

(gambar: https://www.idntimes.com/)

Destinasi wisata Pantai Watu Maladong ini buka selama 24 jam setiap harinya. Jadi bagi siapa saja yang mengunjungi pantai ini, kalian bisa menentukan waktu dengan mudah untuk berkunjung ke pantai yang eksotis ini. Namun, sangat tidak disarankan untuk berkunjung pada malam hari karena objek wisata ini masih minim penerangan ketika sudah malam. Selain itu, panorama alam yang disajikan pun juga tidak bisa maksimal untuk dinikmati. Para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini pun juga tak dikenai biaya tiket masuk.

Hasil gambar untuk pantai watu maladong

(gambar: https://bardiq.me/)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Pantai Watu Maladong ini unik karena adanya beberapa batuang karang yang berukuran raksasa. Tercatat, ada lima batuan karang raksasa yang menghiasi pantai ini. Dari kelima batuan karang tersebut, ada satu batu karang raksasa yang cukup unik. Batu karang ini memiliki lobang di bagian bawahnya. Lobang-lobang tersebut tercipta akibat adanya gerusan ombak yang menerjang batu karang ini secara terus menerus. Jika dilihat dengan sudut pandang yang tepat, batu karang raksasa ini terlihat seperti memiliki kaki dan bagian atasnya menyerupai cangkang penyu. Pada saat air surut, wisatawan dapat mendekati batuan karang raksasa nan megah ini. Maka tidak lah heran apabila air laut surut, banyak sekali wisatawan yang menjadikan batu karang ini sebagai latar belakang untuk berfoto.

Hasil gambar untuk pantai watu maladong

(gambar; https://www.nativeindonesia.com/)

Dibalik keindahannya yang begitu memukau, Pantai Watu Maladong menyimpan kisah menarik yaitu legenda siluman penyu. Banyak warga yang menganggap pantai ini merupakan pantai yang penuh dengan cerita horornya. Cerita ini bermunculan ketika pada saat masa peperangan, musuh yang tertangakap dibunuh dan dibuang menuju ke sungai yang alirannya menuju ke muara atau dengan kata lain menuju ke Pantai Watu Maladong. Selain itu, ada kisah lagi mengenai pantai yang terletak di Sumba ini. Karena ada batu karang yang mirip dengan cangkang penyu, banyak masyarakat setempat mempercayai bahwa batu karang tersebut dulunya merupakan seekor penyu ajaib yang dapat berbicara. Kedua cerita tersebut tentunya tidak seratus persen benar, namun dengan hadirnya kisah menarik seperti itu dapat menambah rasa penasaran wisatawan untuk mengunjungi pantai ini.

Hasil gambar untuk senja pantai watu maladong

(gambar: https://travelingyuk.com/)

Banyak sekali kegiatan yang bisa kalian lakukan selagi di Pantai Watu Maladong ini. Menunggu datangnya sunset tentu lah yang paling ditunggu-tunggu bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai. Berubahnya langit biru menjadi jingga serta hamparan laut biru yang sangat luas seakan tidak bisa menahan para wisatawan untuk mengabadikan momen spesial ini. Angin pantai yang berhembus semilir semakin melengkapi suasana sunset di Pantai Watu Maladong.

Hasil gambar untuk kdapet watara

(gambar: http://travelinkmagz.com/)

Fasilitas yang tersedia di Pantai Watu Maladong terkesan masih sangat minim. Oleh karena itu, kalian sangat kesulitan untuk menemukan beberapa warung penjual makanan yang berada di sekitar pantai. Namun, kalian tak perlu bersedih karena kalian masih menjumpai sajian khas Sumba yang berselera di Tambolaka. Salah satu kuliner yang menjadi favorit masyarakat Tambolaka adalah kadapaet watara. Kadapet watara merupakan kue kering khas Tambolaka yang berasal dari olahan jagung, pisang, dan kacang tanah. Ketiga bahan utama tersebut dicampur hingga menjadi adonan yang halus. Lalu, adonan tersebut dibentuk bulat-bulat seperti bola. Dibungkus dengan daun jagung kering, rasa yang dihadirkan oleh kue kering ini adalah manis. Kue ini sangat cocok dipadukan dengan teh hangat di pagi hari.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.