Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Pantai Labuana, Tempat Berkemah Asyik di Sulawesi Tengah
Tags : #pantai #labuana #indah #surfing

Camping atau berkemah merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan karena pada saat berkemah, kalian bisa bercanda, ngobrol, bakar apin unggun, dan lainnya. Dengan demikian, berkemah dapat mengakrabkan antar individu. Selain aktivitas kemah yang sungguh menyenangkan, tentu kalian juga harus mempertimbangkan tempat untuk mendirikan tendanya. Akhir-akhir ini, banyak sekali destinasi wisata yang dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk berkemah. Biasanya objek wisata ini akan ramai dengan wisatawan yang berkemah pada hari libur atau akhir pekan. Dua destinasi wisata favorit para wisatawan untuk berkemah yaitu antara gunung dan pantai. Berkemah di alam terbuka seperti gunung atau pantai tentu akan menciptakan suasana seperti menyatu dengan alam. Kerlip bintang malam hari dengan hembusan angin yang silih berganti menjadi sajian alam yang tak bisa dicari dimana pun. Salah satu rekomendasi pantai yang cocok untuk berkemah yaitu Pantai Labuana yang berada di Sulawesi Tengah.

Hasil gambar untuk pantai labuana

(gambar: https://www.pinterest.fr/)

Hasil gambar untuk perjalanan menuju pantai labuana

(gambar: https://bartzap.com/)

Apabila kalian ingin berkemah di Pantai Labuana, kalian bisa langsung mendatangi pantai ini yang berlokasi di desa labuana-donggala, Lende, Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Bagi yang berasal dari luar daerah, kalian bisa terlebih dahulu untuk memilih rute penerbangan menuju Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie yang berada di Palu. Butuh waktu sekitar 2 jam 45 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 109 km untuk mencapai lokasi Pantai Labuana. Belum adanya transportasi umum yang dapat mengantarkan hingga lokasi wisata membuat kalian harus menyewa kendaraan terlebih dahulu. Dengan menyewa kendaraan, mobilitas kalian juga akan lebih mudah. Kondisi jalanan menuju Pantai Labuana sudah cukup baik. Walaupun jarak tempuhnya jauh, kalian tidak akan merasa bosan selama di perjalanan. Panorama pantai dengan hamparan laut biru terlihat jelas dari kendaraan yang kalian naiki menjadi alasan kalian untuk menikmati perjalanan ini.

Hasil gambar untuk sunset di pantai labuana

(gambar: https://backpackerjakarta.com/)

Pantai Labuana ini tidak menerapkan biaya tiket masuk kepada wisatawan atau dengan kata lain gratis. Walaupun begitu, kalian akan dikenakan tarif parkir kendaraan. Tarif parkir untuk kendaraan roda dua yaitu Rp. 3.000, sedangkan tarif untuk kendaraan roda empat sebesar Rp. 5.000. Karena Pantai Labuana ini menjadi lokasi favorit untuk berkemah, wisatawan dapat mengunjungi pantai ini hingga malam hari. Buka selama 24 jam setiap harinya membuat kalian mudah untuk mengatur jam berkunjung ke Pantai Labuana ini. Waktu terbaik mengunjungi Pantai Labuana ini yaitu pada saat sore hari dimana birunya langit akan berubah menjadi jingga.

Hasil gambar untuk diving di pantai labuana

(gambar: https://bartzap.com/)

Garis pantai yang ada di Pantai Labuana ini cukup panjang sehingga wisatawan dapat dengan puas menyusuri tepi pantai hingga menemui ujungnya. Hamparan pasir putihnya yang sangat halus membuat wisatawan tak berpikir dua kali untuk melepaskan alas kakinya untuk berjalan di pasir pantai. Selain berjalan menyusuri pantai, kalian juga bisa bermain istana pasir di atas pasir putih ini. Bagi kalian yang suka berenang, pantai ini nampaknya sangat cocok karena gelombang air lautnya yang tidak besar dan bahkan air yang berada di perairan Pantai Labuana ini cukup tenang. Selain arusnya yang tenang, dasar laut dari pantai ini tidak memiliki karang yang kadang membahayakan bagi wisatawan yang ingin berenang atau menyelam.

Hasil gambar untuk memancing di pantai labuana

(gambar: https://backpackerjakarta.com/)

Pantai ini terletak di sebuah teluk sehingga menyebabkan arus dan gelombang air lautnya cukup tenang. Air yang tenang ini, lalu dimanfaatkan oleh banyak wisatawan untuk memancing ikan. Ikan-ikan laut seperti tuna, kakap, tengiri, dan lainnya bisa kalian temukan di sini. Kepiting, udang, dan kerang tentu juga tak luput dari pencarianmu. Setelah mendapatkan hasil tangkapan, kalian bisa langsung membawa ikan-ikan tersebut ke warung-warung yang berada di sekitar pantai untuk meminta diolah. Kegiatan memancing di sebuah pantai dengan air laut yang tenang dan suasana yang mendamaikan jiwa tentu akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang melakukannya. Memancing di laut memang menyenangkan, meskipun begitu kalian harus tetap menjaga ekosistem alam bawah laut yang ada.

Hasil gambar untuk berkemah di pantai labuana

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Pantai Labuana ini menjadi lokasi favorit bagi masyarakat sekitar Palu hingga wisatawan lokal untuk berkemah. Tenda-tenda yang mereka dirikan biasanya berada di bawah tepat pohon kelapa yang berjejeran. Di samping teduh, pemilihan tepat di bawah pohon kelapa ini juga akan menambah hawa sejuk karena angin yang berhembus semakin kencang. Menikmati malam bersama sahabat dengan sajian pemandangan Pantai Labuana yang terbaik akan menjadi memori indah yang patut dikenang. Tak ketinggalan juga, mie instan, jagung bakar, ikan bakar, hingga menu barbeque lainnya mampu menjadi santapan favorit yang sangat sayang apabila dilewatkan begitu saja jika berkemah di Pantai Labuana. Pemandangan yang ditawarkan pun bukan main-main. Dengan menginap di Pantai Labuana ini, kalian bisa menikmati kerlip bintang di malam hari tanpa adanya penghalang dan menyambut hangatnya fajar kala pagi hari.

Hasil gambar untuk kaledo palu

(gambar: https://reseponline.info/)

Bermalam satu hari di Pantai Labuana nampaknya sudah sangat cukup untuk menikmati pesona keindahannya. Selepas bermalam di pantai ini, kalian bisa pergi ke pusat kota Palu untuk menikmati sajian kuliner khas Palu. Menyantap olahan khas suatu daerah merupakan agenda wajib apabila sedang liburan karena mungkin saja kalian tidak akan bisa menemukan kuliner tersebut di kota asal kalian. Oleh karena itu, menjajal olahan khas Palu wajib menjadi suatu keharusan. Salah satu kuliner andalan dari kota ini adalah kaledo. Kaledo merupakan kepanjangan dari Kaki Lembu Donggala. Tekstur dagingnya sangat lah empuk karena daging tersebut telah melewati proses masak yang cukup lama. Menggunakan kaldu sup tanpa santan sebagai kuah utamanya, rasa yang dihadirkan oleh kaledo ini sangat lah segar. Salah satu yang membuat hidangan ini unik adalah penggunaan sedotan untuk menikmati sumsumnya.

*Harga yang tertera pada arikel dapat berubah setiap saat.