Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Fort Rotterdam, Bukti Sejarah Perkembangan Makassar di Masa Lampau
Tags : #sejarah #benteng #fortroterdam

Jika bicara tentang objek wisata di Kota Makassar, mungkin sebagian besar dari kalian menjawabnya dengan Pantai Losari. Hal ini sangat benar, kepopuleran Pantai Losari sebagai tempat wisata di Makassar ini sudah ke seluruh penjuru nusantara. Namun, siapa sangka bahwa Makassar mempunyai satu ikon wisata sejarah yang sangat sayang apabila dilewatkan begitu saja. Ikon wisata sejarah itu berupa benteng. Benteng ini dikenal dengan nama Fort Rotterdam. Meskipun mengandung unsur nama Belanda, benteng ini sesungguhnya bukan lah peninggalan dari Belanda. Fort Rotterdam merupakan peninggalan dari Kerajaan Gowa yang menjadi saksi nyata kejayaan Kerjaaan Gowa yang mampu mengalahkan VOC.

Sejarah Fort Rotterdam - ARSY Tours & Travel | Tour Operator ...

(gambar: https://www.arsy.co.id/)

Angkutan Pete-Pete Makassar dan Rutenya - Catatan Nobi

(gambar https://www.catatannobi.com/)

Fort Rotterdam ini terletak di lokasi yang sangat strategis. Letaknya yang berada tidak jauh dengan pusat Kota Makassar dan Pantai Losari membuat Fort Rotterdam sangat lah mudah untuk ditemukan. Fort Rotterdam ini berlokasi di Jl. Ujung Pandang, Bulo Gading, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bagi kalian yang ingin  mendatangi benteng ini, kalian bisa menagksesnya dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika ingin menggunakan transportasi umum, kalian bisa memilih menggunakan pete-pete yang berarti angkot dalam bahasa Indonesia. Selain itu terdapat juga ojek dan taksi online yang akan memudahkan perjalanan kalian menuju ke Fort Rotterdam.

Liburan di Kota Makassar: Pantai Losari dan Fort Rotterdam

(gambar: https://vickyfahmi.com/)

Fort Rotterdam buka setiap harinya mulai dari pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Namun untuk museum yang berda dalam satu kompleks dengan benteng hanya dapat dikunjungi setiap hari Selasa hingga Minggu mulai dari jam 08.00 sampai 12.30 WITA. Mengingat waktu berkunjung ke dalam museum yang singkat, jadi para pengunjung harap untuk datang lebih awal agar dapat menunjungi museum yang ada di Fort Rotterdam juga. Tidak ada tarif khusus untuk tiket masuk mengunjungi benteng Fort Rotterdam ini. Biasanya, pengunjung akan memberikan uang sumbangan untuk pelestarian benteng seikhlasnya. Namun, jika kalain berkunjung ke museum yang ada di dalamnya, maka kalian akan dikenakan tarif Rp. 7.500 per orangnya.

Dibangun Raja Gowa hingga Direbut Belanda, Penasaran Berapa Luas ...

(gambar: https://makassar.tribunnews.com/)

Benteng Fort Rotterdam ini juga memiliki sebutan yaitu Benteng Penyyua. Penyyua dalam bahasa Indonesia berarti penyu. Dikatakan penyu karena strutkur dan bentuk bangunan ini menyerupai bentuk seekor penyu jika dilihat dari ketinggian menggunakan kamera drone. Selain bentuknya yang menyerupai penyu, penamaan  penyu ini juga memiliki arti filisofisnya yaitu dapat bertahan dengan kuat baik di daratan maupun lautan.

Perjanjian Bongaya: Deklarasi Kekalahan Kesultanan Gowa - Histori

(gambar: https://histori.id/)

Fort Rotterdam dibangun oleh seorang raja dari Gowa yaitu I Manrigau Daeng Bonton Karaeng Lakiun Tumapa’risi Kallona pada tahun 1545. Awalnya benteng ini bernama Benteng Jumpandang. Nama benteng ini berubah menjadi Fort Rotterdam karena Kerajaan Gowa yang kalah perang dengan VOC. Dalam peperangan ini, terdapat perjanjian Bongayya. Perjanjian ini harus ditanda tangani oleh pihak kerajaan akibat menelan kekalahan. Dan salah satu isi dari perjanjian Bongayya ini adalah pihak kerjaan harus menyerahkan Benteng Jumpandang ke pihak VOC beserta perkampungan di sekitarnya. Setelah kekalahan tersebut, benteng ini akhirnya berganti nama menjadi Fort Rotterdam. Nama Fort Rotterdam dipilih oleh seorang pimpinan VOC bernama Cornelis Speelman sebagai bentuk mengenang kota kelahirannya di Belanda. Semenjak di tangan Belanda, benteng ini mendapatkan sentuhan desain arsitektur Eropa dan dijadikan sebgai tempat pertahanan militer Belanda.

Melihat Mozaik Budaya dan Sejarah Rakyat Sulsel di Museum La Galigo

(gambar: https://sulsel.idntimes.com/)

Pada tanggal 23 Mei 1940, Fort Rotterdam resmi terdaftar ke dalam bangunan bersejarah yang ada di Indonesia. Beruntungnya menjadi bagian bangunan bersejarah di Indonesia yaitu Fort Rotterdam masih terjaga dan terawat dengan baik hingga kini. Jadi kesan bangunan tua yang angker hampir tidak pernah melekat dengan Fort Rotterdam. Di dalam kompleks benteng, terdapat museum yang menyimpan benda-benda bersejarah tentang Kota Makassar dar masa ke masa. Museum ini bernama Museum Lagaligo.

Museum La Galigo

(gambar: https://dolandolen.com/)

Perlu kalian ketahui, Museum Lagaligo merupakan museum yang pertama kali dibangun di Makassar bahkan Sulawesi Selatan. Terdapat lebih dari 5.000 koleksi museum mulai dari numismatic, prasejarah, keramik, naskah, hingga etnografi. Peninggalan benda bersejarah yang ditampilan di museum ini tak jauh kaitannya dengan perkembangan Makassar beserta masyarakatnya dari masa lalu hingga kini. Ketika berkunjung ke dalam museum ini, dijamin wawasan kalian tentang Makassar dengan Suku Bugis dan Torajanya yang terkenal akan bertambah berkali-kali lipat.

8 Penjara Bawah Tanah Yang Paling Mengerikan ini Ternyata Ada di ...

(gambar: https://www.boombastis.com/)

Di dalam kompleks Fort Rotterdam juga terdapat ruang tahanan atau penjara. Ruangan ini dahulunya digunakan untuk menahan Pangeran Diponegoro yang berani melawan segala perbuatan para penjajah. Selain ruang tahanan, terdapat juga sebuah gereja yang merupakan tempat beribadahnya para tentara Belanda di masa lampau.

A Night Dreamer: 2017

(gambar: http://sweetsourbittersaltyy.blogspot.com/)

Terawatnya kompleks Fort Rotterdam ini tak hilang dari andil pengelola yang masih menjaga benteng ini dengan baik. Memang setiap periode tertentu, dilakukanlah beberapa pembaruan seminimal mungkin guna menjaga keaslian dari kemegahan Fort Rotterdam ini. Desain arsitekturnya yang bergaya ala Eropa sehingga memunculkan kesan klasik pada setiap sudut benteng membuat banyak para pengunjung yang tak malu-malu untuk berfoto ria di kompleks Fort Rotterdam. Banyak sekali spot foto instagramable yang kekinian di dalam kompleks benteng ini. Jadi buat kalian yang hobi berfoto tak perlu khawatir lagi kehabisan gaya jika beraada di Fort Rotterdam. Karena nuansa klasik dan eksotisnya, Benteng Fort Rotterdam kerap kali digunakan sebagai ajak hunting foto oleh komunitas fotografer setempat.

Resep Membaut Sop Saudara Makassar Sedap Nikmat | makanajib.com

(gambar: https://www.makanajib.com/)

Setelah kenyang ilmu akan sejarah Makassar dan puas berfoto ria di Fort Rotterdam, kini saatnya giliran kalian untuk mencicipi kuliner khas Makassar. Di sekitar area Fort Rotterdam banyak sekali warung yang menjual makanan khas Makassar. Salah satu yang terkenal yaitu sop saudara yang berada di Jalan Irian. Letaknya yang hanya sekitar 3 km dari benteng membuat sop saudara ini menjadi menu yang pas untuk dicicip setelah dari Fort Rotterdam. Sop saudara merupakan kuliner khas Makassar yang mengkombinasikan daging sapi, bihun, dan adonan kentang yang sudah digoreng kering dengan guyuran kuah sop yang hangat dan kaya akan rempah-rempah. Disantap dengan nasi putih dan paru sapi goreng akan membuat olahan makanan ini semakin lezat untuk dinikmati.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.