Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Waikelo Sawah, Suasana Asri Bendungan Yang Tak Pernah Kering
Tags : #sawah #pedesaan #hijau #asri

Keindahan panorama alam Sumba memang sesuatu hal yang tak bisa kita indahkan lagi. Perpaduan antara pesona alamnya dengan kebudayaan yang beragam membuat nama Sumba semakin dikenal banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Objek wisata alam berupa gugusan perbukitan dan hamparan garis pantai yang memanjang menjadi sajian yang pasti kalian rasakan jika berada di Sumba. Tak hanya bukit dan pantainya, Sumba ternyata menyimpan objek wisata yang unik dan sangat jarang ditemukan di tempat lainnya. Objek wisata tersebut adalah Waikelo Sawah. Mungkin ketika pertama kali mendengar nama objek wisata ini, pikiran kalian langsung mengarah pada hamparan sawah yang hijau dan menyejukkan. Lebih dari itu, Waikelo Sawah sejatinya merupakan sebuah mata air yang dikelilingi hamparan sawah hijau.

Waikelo Sawah, Sumber Mata Air yang Tak Pernah Kering di Sumba

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Pemerintah Bangun Jalan 'Hot Mix' Menuju Destinasi Andalan di ...

(gambar: https://travel.tribunnews.com/)

Lokasi objek wisata Waikelo Sawah ini berada di Desa Tema Tana, Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Untuk mencapai ke Waikelo Sawah, kalian bisa mengakses objek wisata ini dari Tambolaka atau pun Waikabubak. Jarak yang kalian tempuh dari Tambolaka pun tidak terlalu jauh. Hanya berjalan sejauh 12 km dengan estimasi waktu 40 menit dari pusat Tambolaka, kalian sudah dapat mengunjungi Waikelo Sawah. Sayangnya, transportasi umum menuju Waikelo Sawah masih belum tersedia sehingga kalian harus menyewa kendaraan atau membawa kendaraan sendiri. Jalanan menuju objek wisata pun sudah beraspal baik walaupun di beberapa titik masih ada jalan bebatuan.

Mengintip Indahnya Waikelo Sawah, Konsep Surga Dunia Sesungguhnya ...

(gambar: https://www.qupas.id/)

Waikelo Sawah tidak memiliki jam operasional atau dengan kata lain objek wisata ini buka selama 24 jam setiap harinya. Dengan jam buka yang sangat lama ini tentunya akan memudahkan bagi wisatawan untuk memilih jam berkunjungnya. Namun, sangat tidak disarankan untuk datang pada malam hari. Selain tidak adanya penerangan, kalian pun juga tidak akan bisa merasakan indahnya lukisan alam di Waikelo Sawah ini. Berkunjung ke Waikelo Sawah pun juga tidak akan membuat kalian merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, objek wisata ini tidak mematok tiket masuk bagi siapa pun yang akan mengunjungi destinasi wisata ini.

Waikelo Sawah, Sumber Mata Air yang Tak Pernah Kering di Sumba ...

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Waktu terbaik mengunjungi Waikelo Sawah ini pada saat musim kemarau yaitu Februari hingga Maret karena pada saat ini kalian bisa menikmati keindahan alam tanpa adanya ganggunah hujan. Menariknya, Waikelo Sawah memiliki sebuah gua yang ukurannya lumayan besar. Sama halnya dengan gua yang lainnya, stalaktit pada bagian langit-langit gua tentu menjadi daya tarik tersendiri. Bagian dari gua ini terisi penuh dengan air yang segar. Kalian bisa menikmatinya dengan berenang di mulut goa. Jika berenang di gua ini, kalian harus tetap berhati-hati karena aliran air gua cukup deras walaupun terlihat tenang apabila hanya dilihat. Selain berenang, kalian bisa juga berfoto di gua dengan stalaktit yang menjadi pemandangan utamanya. Kolam-kolam ikan air tawar pun juga ikut dibangun di sekitar area gua guna membudidayakan ikan air tawar seperti nila, lele, dan karpel. Sebelum menjadi gua, tempat ini merupakan sebuah bendungan yang dibuat untuk irigasi dan pembangkit listrik pada tahun 1976.

10 Potret Bendungan Sawah Waikelo, Surga di Tengah Tanah Sumba

(gambar: https://www.idntimes.com/)

Seperti yang kalian ketahui, iklim di Sumba sedikit berbeda dengan iklim yang ada di wilayah lainnya. Dengan musim kemarau yang lebih panjang daripada musim hujannya, Sumba memiliki iklim yang tandu dan kering. Hal ini tentunya membuat beberapa wilayah di Sumba banyak yang mengalami kekeringan. Namun, keringnya Sumba akan sedikit terobati dengan hadirnya mata air yang ada di Waikelo Sawah. Mata air di Waikelo ini sekakan menjadi oase tersendiri di Sumba. Bahkan, debit air yang mengalir di Waikelo mencapai 1000 liter/ detik. Kehadiran mata air ini tentu sangat berguna baig warga setempat seperti mengairi sawah, mandi, hingga mencuci pakaian. Pemandangan seperti ini tentu sangat jarang kalian temui di daerah lainnya.

Ratusan Kuda AKan Ramaikan Festival Pasola 2020 di Sumba

(gambar: https://wisatasumba.co.id/)

Suasana hening dengan hijaunya sawah yang terhampar luas membuat siapa saja yang berkunjung ke Waikelo Sawah akan jatuh cinta dengan tempat ini. Menenangkan pikiran sejenak dengan berlibur di tempat yang asri merupakan pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menyegarkan kembali pikirannya sebelum kembali ke aktivitas seperti biasanya. Selain keindahan alamnya, para wisatawan yang datang kesini juga dapat menyaksikan upacara adat yaitu Pasola jika berkunjung pada bulan Februari, Maret atau November. Pasola ini merupakan perang antara dua orang dengan menggunakan kuda sebagai tunggangannya.  Perunjukkan upacara adat ini tentunya menjadi tontonan menairk bagi wisatawan yang hadir.

Adventurose | Because Life is an Adventure: Mencicipi Kuliner Khas ...

(gambar: https://www.adventurose.com/)

Puas menikmati keindahan alam dari Waikelo, sekarang kalian bisa mencoba hidangan khas Sumba. Walaupun tidak ada warung penjual makanan di sekitar Waikelo, kalian masih tetap bisa mencoba salah dua kuliner khas Sumba yaitu ayam rebus kodi dan ayam rebus wewewa. Kedua olahan ayam tersebut sama-sama menggunakan bumbu rempah-rempah khas Sumba. Yang membedakan adalah ayam rebus kodi menggunakan santan dan ayam rebus wewewa tidak menggunakan santan. Dihidangkan dengan nasi putih hangat, hidangan ayam rebus kodi semakin lengkap. Tampilan dan rasa dari ayam rebus kodi sekilas mirip opor namun rasanya lebih light saja. Olahan hidangan ini menggunakan ayam kampung yang rasanya tentu empuk. Jadi tunggu apalagi, jika berada di Sumba jangan sampai lewatkan untuk menjajal ayam rebus kodi atau ayam rebus wewewa.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.