Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Ekstrim Dan Menantang, Berani Coba Mendaki Gunung Parang?
Tags : #gunungparang #ekstrim #tantangan

Berwisata ke destinasi wisata yang menantang adrenalin kalian bukan lah sebuah hal yang aneh lagi saat ini. Bahkan, sekarang ini ada banyak destinasi wisata yang menawarkan kegiatan ekstrim sebagai daya tariknya. Menariknya, tak sedikit juga wisatawan yang ingin melakukan kegiatan ekstrim saat berwisata. Jika kalian salah satu diantaranya? Maka cobalah pergi mendaki ke Gunung Parang. Gunung Parang ini akan menjanjikan kalian sebuah pengalaman mendaki di gunung dengan medan yang cukup terjal didaki. Walaupun medannya susah untuk didaki, panorama alam Gunung Parang ini tak boleh dipandang sebelah mata. Keindahan alamnya ini pun sudah dapat kalian nikmati sejak kalian melakukan perjalanan ke puncak.

Via Ferrata Panjant Tebing yang Keren - Ulasan Badega Gunung ...

(gambar: https://www.tripadvisor.co.id/)

Sasak Panjang Lembah Gunung Parang Purwakarta | Trip Jalan Jalan

(gambar: https://www.tripjalanjalan.com)

Destinasi menantang Gunung Parang ini berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwar, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Gunung Parang berjarak sekitar 28 km dari pusat kota Purwakarta dan 79 km dari Kota Bandung. Untuk mengakses Gunung Parang, tersedia dua pilihan jalur yang bisa kalian gunakan. Kalian bisa memilih untuk melewati Cilalawi lalu ke Pasar Warung Panjang sebagai jalur pertamanya. Akses keduanya kalian bisa memilih melewati Pasar Plered. Akses jalan yang sudah bagus ini memungkinkan kalian untuk bepergian ke Gunung Parang menggunakan mobil. Selain menggunakan kendaraan pribadi, kalian juga bisa memanfaatkan transportasi umum yang ada untuk menuju Gunung Parang. Transportasi umum yang tersedia di sekitar kawasan ini adalah angkutan umum. Pilih lah angkutan umum berwarna hijau jurusan Purwakarta-Plered. Lalu, sambung lagi perjalanan kalian menggunakan angkutan desa ke arah Kampung Cihuni.

Gunung Parang, Pendakian Rekreasi Di Jalur Ferrata Tertinggi Di ...

(gambar: https://www.nativeindonesia.com/)

Gunung Parang buka setiap harinya selama 24 jam penuh. Hal ini yang menyebabkan pendakian malam hari sangat mungkin dilakukan di sini. Meskipun begitu, pendakian malam sangat tidak dianjurkan bagi seorang pemula. Pendakian malam hari hanya boleh dilakukan oleh para pendaki yang sudah profesional. Tarif masuknya sendiri ke kawasan Gunung Parang cukup terjangkau. Dengan hanya membayar Rp. 5.000, kalian bisa menikmati suguhan alam yang indah. Namun, jika kalian ingin memanjat dan menggunakan fasilitas pad ajalur pendakian, maka pengunjung akan dikenakan tarif mulai dari Rp. 150.00 hingga Rp. 750.000. Tarif ini berdasarkan alat memanjat tebing yang akan kalian sewa.

5 Hal Unik Ini Bisa Lo Lakukan di Gunung Parang, Purwakarta!

(gambar: https://www.superadventure.co.id/)

Gunung Parang ssejatinya adalah gunung batuan andesit yang memiliki ketinggian di 953 meter di atas permukaan laut. Gunung dengan jalur pendakian ferrata pertama dan menjadi tertinggi se-Asia Tenggara ini memiliki tiga puncak dengan ketinggian yang berbeda-beda. Sensasi kegiatan mendaki Gunung Parang ini tentu berbeda dengan mendaki gunung pada umumnya. Jalur sulit yang ada tentu menjadi penyebabnya. Meskipun medannya cukup eskstrim, keselamatan kalian saat mendaki tetap menjadi hal yang utama. Ketika hendak mendaki, kalian akan dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang menunjang seperti sling dan carabiner. Untuk mendapatkan peralatan tersebut, pihak pengelola sudah menyiapkannya. Namun, tentu saja kalian perlu menyewanya terlebih dahulu. Tak hanya itu, kalian juga bisa menggunakan jasa pemandu untuk mengantarkan menuju Gunung Parang.

Sensasi Mendaki Via Ferrata di Gunung Parang Purwakarta – Mariska Nara

(gambar: https://mariskanara.com/)

Daya tarik utama dari Gunung Parang ini terletak pada puncaknya. Memang, luas puncak Gunung Parang ini tidak terlalu luas. Namun, dari puncak ini lah, pemandangan Purwakarta yang penuh dengan hamparan sawah hijau beserta pemukiman warga dapat kalian saksikan dengan jelas. Aliran air Sungai Citarum dan kumpulan debit air yang melimpah Waduk Jatiluhur seakan tak mau ketinggalan juga menjadi bagian dari daya tarik Gunung Parang. Gunung batu andesit lainnya seperti Gunung Bongkok dan Gunung Lembu pun juga tampak jelas dari atas puncak Gunung Parang. Kalian akan menyaksikan pemandangan yang menakjubkan ketika mendaki gunung ini saat dini hari. Pasalnya sinar matahari terbit akan mempermanis keindahan alam yang tersaji di sini. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang luar biasa. Apalagi kalian penggemar sunrise.

Panjat Tebing Via Ferrata Gunung Parang

(gambar: https://www.triptrus.com/)

Untuk mendaki Gunung Parang, terdapat pilihan jalur yang bisa dilalui. Pertama yaitu melalui jalur pendakian via Ferrata. Jalur ini memang yang paling banyak digandrungi oleh para pendaki karena medannya yang cukup ekstrim. Meskipun begitu, para wisatawan bisa memilih jalur ketinggian yang diinginkan. Tercatat, ada tiga jalur ketinggian yang tersedia yaitu 100 m, 300 m, dan 500 m. Dalam melewati jalur Ferrata ini, pengunjung akan menginjakan kakinya pada besi-besi baja yang sudah tertanam pada permukaan batuan tebing. Besi-besi baja ini lah yang mempermudah perjalanan kalian menuju puncak Gunung Parang. Saat mendaki, para pendaki akan menemukan berbagai macam tipe jalur. Jalur pendakian yang menanjak dengan kemiringan tajam sampe berbelok hingga berjalan di sisi samping gunung menjadi pengalaman yang tak terlupakan ketika berada di Gunung Parang.

Padjajaran Anyar: TARAJE Sebuah Via Ferrata ala Kampung

(gambar: http://badegaparang.blogspot.com/)

Selain melewati jalur Ferrata, pendaki bisa mengakses puncak Gunung Parang melalui taraje. Taraje adalah sebuah kata dalam bahasa Sunda yang memiliki arti tangga. Jalur tangga taraje ini masih terbilang baru dengan memanfaatkan sisi selatan gunung sebagai jalur pendakiannya. Tangga yang tersedia di jalur pendakian ini terbuat dari akar serta ranting pohon yang disusun sedemikiran rupa. Jalur ini bisa diakses dengan memasukki sebuah hutan terlebih dahulu. Setelah itu, medan yang penuh dengan batuan besar juga akan menjadi jalan terjal kalian setelah melewati hutan. Berjalan lah terus hingga sampai dimana kalian menemui sebuah tebing. Dari tebing ini, kalian akan menuju puncak Gunung Parang yang memiliki tinggi 983 m. Jalur berupa tangga pun sudah dipersiapkan untuk memudahkan pendakian karena kemiringan tebing yang cukup curam yaitu sebesar 75 derajat.

Asal Muasal Sate Maranggi, Legenda Kuliner Purwakarta : Okezone ...

(gambar: https://lifestyle.okezone.com/)

Selesai melakukan kegiatan ekstrim, tentu membuat seluruh isi perut kalian kelaparan. Sayangnya di kawasan Gunung Parang ini masih sedikit yang menjajakan panganan. Tapi, kalian tak perlu cemas karena Purwakarta ternyata memiliki aneka ragam kuliner yang bisa kalian coba. Salah satu kuliner khas yang paling populer di Purwakarta adalah sate maranggi. Jenis daging sate yang digunakan pada bumbu maranggi ini adalah daging sapi atau ayam. Rasa lezat sate maranggi ini berasal dari rendaman bumbu rempah. Setelah dibumbui, sate-sate ini lalu dibakar menggunakan arang. Penyajian sate maranggi ini cukup unik. Jika biasanya sate selalu menggunakan bumbu sebagai pendampingnya, maka sate maranggi ini tidak. Hanya dtemani dengan potongan tomat dan irisan cabai, sate maranggi ini sudah cukup menggugah selera. Kelezatan maranggi ini bahkan sudah mencapai level internasional. Dalam ajang bergengsi yaitu World Street Congress di Filipina, sate maranggi menjadi salah satu dari 8 jajanan kaki lima paling favorit. Tak heran jika selalu ada banyak pengunjung yang ingin menyantap warisan kuliner ini.