Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Kota Tua, Surganya Bangunan Kolonial Yang Masih Eksis di Ibukota
Tags : ##kotatua #jakarta #oldbuilding #pesonaindonesia #wowtripid

Kawasan wisata Kota Tua ini menjadi pilihan banyak wisatawan ketika berkunjung ke Jakarta. Bagi mereka yang mungkin sedikit bosan dengan wisata alam, mengunjungi kawasan Kota Tua yang penuh dengan lukisan tinta sejarah ini bisa menjadi jawabannya. Meskipun terletak di kota metropolitan Jakarta, esensi tempo dulu dari kawasan Kota Tua ini masih tetap terjaga. Jadi jika kalian mengunjungi tempat wisata ini, kalian akan masih bisa merasakan suasana Jakarta di era kolonial. 

Hasil gambar untuk stasiunjakarta kota place and see

(gambar: https://placeandsee.com/)

Berlokasi di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, membuat Kota Tua mudah untuk diakses dengan berbagai moda transportasi. Kawasan Kota Tua sangat berdekatan dengan Stasiun Jakarta Kota. Sehingga untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Tua, kalian bisa menggunakan moda transportasi KRL. Menggunakan KRL ke Kota Tua sangat efisien karena selain hemat waktu kalian juga akan hemat uang. Setelah turun di Stasiun Jakarta Kota, kalian tinggal berjalan sekitar 200 meter menuju Taman Fatahilah yang menjadi titik tengah dari Kota Tua. Selain menggunakan KRL, kalian juga bisa memilih Bus Trans Jakarta dengan jurusan Kota Tua.

Hasil gambar untuk kota tua detiktravel sepeda tua cafe batavia

(gambar: https://travel.detik.com/)

Para wisatawan tidak dikenai biaya jika hanya ingin menikmati nuansa klasik dari bangunan-bangunan tua yang ada di Kota Tua. Kalian bisa berfoto dengan latar belakang gedung Museum Fatahilah atau Cafe Batavia yang memang kerap kali dijadikan spot foto favorit para wisatawan. Selain itu, kalian juga bisa menyewa sepeda onthel yang dicat warna-warni cerah dengan membayar tarif sewa sepeda sebesar Rp. 20.000 untuk 30 menit saja. Tentunya, waktu tersebut sangat cukup dibuat untuk mengelilingi Kota Tua. 

Hasil gambar untuk museum kota tua indonesia kaya

(gambar: https://www.indozone.id/)

Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh banyak museum bersejarah yang pastinya akan menambah wawasan kita tentang berbagai hal. Sungguh sangat disayangkan apabila anda melewatkan kunjungan ke beberapa museum di Kota Tua ini karena setiap museum yang ada di sini memiliki cerita sejarah dan keunikannya masing-masing. 

Hasil gambar untuk museum bank indonesia bali inspirasi

(gambar: https://baliinspirasi.com/)

Museum pertama yang harus kalian kunjungi yaitu Museum Bank Indonesia yang terletak di Jalan  Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Di museum ini, kalian bisa mengetahui sejarah perkembangan uang dari masa ke masa mulai dari masa Belanda, awal kemerdekaan, orde baru, hingga reformasi saat ini. Tiket masuk ke museum  juga sangat terjangkau. Dengan membayar uang Rp. 5.000, kalian juga akan disuguhi dengan fasilitas penunjang museum seperti diorama, penampil elektronik, dan plasma. Museum Bank Indonesia buka pada hari Selasa-Jum’at jam 08.00-15.30 dan Sabtu-Minggu jam 08.00-16.00. 

Museum Bank Mandiri [Jakarta] – Cecilia Adrianto

(gambar: https://ceciliaadrianto.wordpress.com/)

Tak jauh dari Museum Bank Indonesia, kalian bisa langsung untuk mengunjungi Museum Mandiri. Dengan harga tiket yang sama dengan Museum Bank Indonesia, Museum Mandiri hadir dengan sejarah perbankan di masa lalu. Benda-benda pendukung kegiatan perbankan pada masa lampau turut dipajang di museum ini. Benda-benda tersebut antara lain mesin ketik, mesin penghitung uang logam, kalkulator, hingga mesin ATM tempo dulu. Jam buka museum yaitu hari Selasa-Jum’at jam 09.00-15.30 dan Sabtu-Minggu jam 09.00-18.30. 

Hasil gambar untuk museum sejarah jakarta kumparan

(gambar: https://kumparan.com/)

Museum Sejarah Jakarta atau biasa kita sebut dengan Museum Fatahilah merupakan museum yang mengisahkan sejarah panjang Jakarta dari masa ke masa hingga sekarang ini. Harga tiket masuk museum ini juga masih sama dengan dua museum sebelumnya yaitu Rp. 5.000. Kalian yang baru pertama kali mengunjungi museum ini mungkin akan dibuat bingung dengan rute yang ada di dalam gedung. Satu yang tak boleh ketinggalan, kalian bisa berburu berbagai souvenir khas Kota Tua. Museum Fatahilah buka setiap hari pada jam 08.00-17.00 kecuali hari senin dan hari libur nasional. 

Hasil gambar untuk museum wayang jejakpiknik

(gambar: https://www.jejakpiknik.com/)

Setelah dari Museum Fatahilah, jangan pulang dulu! Mainlah ke Museum Wayang. Tentu kalian sudah bisa menebak apa saja isi koleksi dari museum ini. Betul sekali, museum yang memajangkan berbagai macam jenis wayang atau boneka ini lokasinya berada di sebelah barat Museum Fatahilah. Mulai dari wayang kulit, wayang potehi, dan wayang dari luar negeri bisa kalian temukan di sini. Yang menarik yaitu di museum ini juga biasa diadakan pagelaran wayang atau musik pada akhir pekan. Jam buka museum ini pada hari Selasa-Sabtu jam 09.00-16.30. 

Hasil gambar untuk museum seni rupa cermati

(gambar: https://www.cermati.com/)

Yang terakhir adalah Museum Seni Rupa dan Keramik. Museum ini terletak di sebelah timur Museum Fatahilah. Kalian cukup membayar Rp. 5000 untuk bisa menikmati karya seni berupa lukisan dan keramik dari zaman Majapahit bahkan dari negara lain. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai koleksi museum yang dipajang, kalian bisa scan kode barcode yang ada. Lalu, di situ akan muncul detail informasi mengenai barang koleksi. Museum ini buka pada jam 08.00-17.00 setiap hari Selasa sampai Minggu. Jadi jangan sampai melewatkan kunjungan museum yang ada di Kota Tua ya. 

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.