Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Arsitektur Menawan Bersatu Padu Dengan Kearifan Lokal di Desa Adat Panglipuran
Tags : #budaya #panglipuran #ramah

Di tengah kemajuaan pesat teknologi saat ini, terdapat satu tempat di Bali yang masih berpegang teguh dengan kearifan lokal dan tak terpengaruh oleh kemajuan teknologi zaman sekarang. Tempat tersebut bernama Desa Adat Panglipuran. Desa yang minim dengan polusi udara ini menyuguhkan kedamaian dan keindahaan yang tak bisa kalian jumpai di tempat lain.

Hasil gambar untuk desa adat penglipuran bali sang petualang

(gambar: http://www.anishidayah.com/)

Desa yang tak begitu jauh dengan Denpasar ini berlokasi di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Jarak antara kedua wilayah tersebut hanya 44 kilometer atau bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit. Untuk mencapai ke Desa Panglipuran, kalian hanya bisa menggunakan mobil pribadi atau menyewa mobil terlebih dahulu di kota. Jadi masih belum ada kendaraan umum yang bisa mengantarkan kita hingga ke Desa Panglipuran. Kalian juga tak perlu merisaukan tempat parkir yang tersedia. Lahan parkir di desa ini cukup luas dan mampu menampung banyak kendaraan. Untuk memasuki kawasan desa wisata ini, wisatawan dewasa akan membayar Rp. 15.000 dan anak-anak akan membayar tiket masuk  Rp. 10.000

Hasil gambar untuk desa adat penglipuran bali ayo plesiran

(gambar: https://ayopelesiran.com/)

Pemukiman di Desa Adat Panglipuran ini sangat unik. Kalian akan dibuat terpesona oleh bentuk-bentuk dari tiap rumah yang hampir sama. Kemiripan antar rumah-rumah di desa ini dapat kita jumpai pada bentuk pintu gerbang rumah, atap rumah, dan dinding rumah. Sebelum kalian memasuki rumah di Desa Panglipuran, kalian akan melewati pintu gerbang rumah yang hanya bisa dilewati oleh 1 orang dewasa. Penduduk lokal biasa menyebut gerbang ini dengan sebutan angkul-angkul. Tak hanya luarnya yang sama, desain interior tiap rumah pun juga memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. 

Hasil gambar untuk desa adat penglipuran bali tour di bali hutan bambu

(gambar: https://www.balitoursclub.net/)

Desa yang memiliki luas lahan 112 hektar ini didominasi dengan hutan bambu. Desa ini pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Indonesia karena masyarakat desa dianggap berkontribusi dalam menyelamatkan lingkungan. Hal ini dibuktikan oleh mereka yang berhasil mempertahankan hutan bambu dan jenis vegetasi lainnya. Selain itu, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah Desa Adat Panglipuran. Di sini, kalian bisa menikmati hawa segar dan ketenangan tanpa asap dan bunyi mesin kendaraan. Tak hanya itu, aktivitas warga lokal sehari-hari yang bercocok tanam, menganyam bambu, dan membuat sebuah kerajinan akan menjadi perhatian kalian karena aktivitas semacam ini akan sangat susah ditemukan di kota-kota besar. Warga di sini juga sangat menghormati wanita. Hal ini terlihat dengan adanya larangan bagi para pria yang ingin melakukan poligami. Jika ada yang melanggar, maka akan dikenai hukuman berupa dikucilkan dari desa. Lalu, ada hukuman juga bagi orang yang mencuri. Hukumannya yaitu memberi sesajen ke lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka.

Hasil gambar untuk desa adat penglipuran bali yukpigi

(gambar: https://yukpigi.com/)

Kalian bisa berjalan di depan rumah-rumah penduduk. Lingkungan bersih yang memanjakan mata tentu membuat kita betah berlama-lama di desa ini. Kalian juga dipersilahkan untuk beristirat sejenak di rumah warga. Menariknya lagi, wisatawan yang ingin tinggal di desa ini untuk beberapa hari kedepan juga diperbolehkan. Kalian tinggal menghubungi terlebih dahulu kepada pemilik rumah untuk izin tinggal sementara di rumah mereka. 

Hasil gambar untuk desa adat penglipuran bali loloh cemcem

(gambar: https://balikami.com/)

Desa Panglipuran ini terkenal juga dengan minuman khasnya yaitu lohloh cemcem. Minuman yang memiliki kaya rasa seperti manis, asam, dan kecut ini terbuat dari daun cemcem. Walaupun rasanya terkesan unik, rasa loloh cemcem masih enak kok. Kalian wajib mencoba minuman ini. Harganya pun tidak mahal. Kalian bisa membeli lohloh cemcem ini dengan harga Rp. 5.000 

Hasil gambar untuk desa adat penglipuran bali republikaonline

(gambar: https://www.republika.co.id/)

Jika kalian ingin ke Desa Panglipuran dengan waktu terbaiknya. Maka kalian bisa mengunjungi desa ketika menjelang Hari Raya Galungan atau setelah Hari Raya Galungan. Pada har raya ini, rumah-rumah warga akan dihiasi dengan pohon bambu tinggi berjejeran yang puncaknya dihiasi dengan berbagai ornamen. Masyarakat Desa Panglipuran biasa menyebutnya dengan barisan penjor. 

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.