Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Bukit Wairinding, Gundukan Bukit Hijau Yang Taklukkan Hati Wisatawan
Tags : #bukit #sumba #sabana

Wisata yang ada di Pulau Sumba sekarang ini sedang lagi naik daun. Sumba kini tak hanya menjadi incaran bagi turis lokal. Turis mancanegara pun juga ingin sekali berkunjung ke Sumba. Sumba adalah sebuah pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur yang menyimpan sejuta keindahan alam dan menjadi permata di Indonesia bagian timur. Bahkan keindahan alam Sumba ini kerap kali digunakan oleh banyak production house untuk membuat sebuah film atau pun video klip musik. Tercatat film seperti Pendekar Tongkat Emas, Susah Sinyal, dan video klip dari band Stars and Rabbit yang berjudul Man Up On the Hill pernah menjadikan tempat ini sebagai tempat pembuatan karya mereka. Dan tempat wisata tersebut bernama Bukit Wairinding. 

Hasil gambar untuk man up on the hill stars and rabbit

(gambar: https://www.youtube.com/watch?v=CacPltdpmrI)

Indahnya Pesona Bukit Wairinding di Sumba Timur - Bisnis.com

(gambar: https://foto.bisnis.com/)

Bukit Wairinding merupakan sebuah tempat wisata di Sumba yang menawarkan gugusan bukit yang terhampar luas sebagai objek utamanya. Bukit yang terletak di Desa Pambotanjara, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT ini juga sering disebut dengan bukit seribu oleh warga lokal karena banyaknya gugusan bukit yang bisa kalian temui. 
Hasil gambar untuk indonesia kaya jalanan di sumba

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Jarak antara Bukit Wairinding dengan Waingapu yaitu sekitar 25 km. Kalian bisa mencapai kawasan ini dengan menggunakan bus umum, jasa travel, atau jasa sewa mobil dan motor. Bagi kalian yang ingin menggunakan jasa sewa mobil, kalian cukup membayar Rp. 500.000 – Rp. 600.000 plus sopir yang siap menemani kita. Jika kalian ingin menggunakan motor, terdapat juga jasa sewa motor dengan tarif Rp. 100.000 per harinya. Kalian akan melewati jalur trans Sumba Waingapu-Waikabubak yang sangat terkenal akan jalannya yang berkelok-kelok. 

Hasil gambar untuk kain tenun sumba lifestyle bisnis

(gambar: https://lifestyle.bisnis.com/)

Sebelum kalian melakukan perjalanan dari Waingapu ke Bukit Wairinding, kalian bisa berkunjung ke kampung penghasil tenun di Waingapu. Di sini kalian bisa melihat proses pembuatan kain tenun Sumba yang bisa mencapai lebih dari satu atau dua bulan saja. Pastikan kalian juga membeli kain tenun atau selendang dengan motif tenun khas Sumba Timur ini sebagai cinderamata dari Sumba. Dan yang bikin menarik dari tenun ini adalah adanya perbedaan antara kain tenun khas Sumba Timur dan Barat. Tenun Sumba Timur lebih berwarna dengan motif-moftif yang menarik, sedangkan Sumba Barat terkesan lebih simple dengan variasi motifnya yang lebih simpel. 

Hasil gambar untuk bukit wairinding hipwe

(gambar: https://www.hipwee.com/)

Untuk naik ke Bukit Wairinding, pengunjung akan mengisi buku tamu terlebih dahulu dan membayar uang seikhlasnya saja kepada penduduk. Sesampainya di Bukit Wairinding, kalian akan menaiki anak tangga dulu untuk ke atas bukit lalu pesona bukit seperti di negeri dongeng yang tak akan kalian jumpai di tempat lain akan langsung menyambut kalian. Waktu berkunjung ke Bukit Wairinding adalah ketika musim penghujan. Gugusan bukit ini akan berwarna hijau dan terlihat keren apabila kalian berfoto dengan latar belakang Bukit Wairinding. Bukit-bukit ini akan berwarna kuning ketika musim kemarau. Namun bagi kalian yang berkunjung pada musim kemaru tidak usah bersedih. Bukit ini akan tetap eksotis dipandang dengan warna rumput yang kekuning-kuningan seperti padang savana di Afrika.

Hasil gambar untuk bukit wairinding backpacker jakarta

(gambar: https://www.nativeindonesia.com/)

Selain itu, Bukit Wairinding juga menjadi tempat yang cocok untuk menyambut hangatnya pancaran sinar dari sunset dan sunrise. Oleh karena itu, para pengunjung disarankan untuk mengunjungi bukit ini pada pagi hari menjelang sunrise atau sore hari menjelang sunset. Sinar matahari yang kemerahan berpadukan dengan gugusan bukit dan hamparan luas padang rumput tak akan membuat kalian menyesal berkunjung ke Bukit Wairinding. Kalain bisa berfoto sepuasnya memanfaatkan momen ini. 

Hasil gambar untuk bukit wairinding backpacker jakarta

(gambar: https://www.nativeindonesia.com/)

Selain menikmati keindahan pancaran sinar sunset dan sunrise, kalian bisa menunggangi kuda-kuda yang tersedia di sekitar bukit. Satu hal yang perlu kalian tahu, Sumba sangat terkenal dengan masyarakat lokalnya yang menjadikan berkuda adalah bagian dari gaya hidup mereka. Di sini, kalian akan sangat sering melihat kuda-kuda yang ditunggangi oleh pemiliknya mulai dari anak-anak hingga orang tua. 

Hasil gambar untuk bukit wairinding backpacker jakarta

(gambar: https://backpackerjakarta.com/)

Warga lokal Sumba ini sangat ramah kepada turis-turis yang berdatangan. Kalian akan ditemani oleh beberapa anak-anak Sumba yang biasanya bermain di atas bukit. Di sini, kalian bisa ajak ngobrol mereka lalu bersenda gurau bersama sambil menikmati pesona keindahan Bukit Wairinding. Mau berfoto dengan mereka? Bisa banget. Ajaklah mereka untuk berfoto bersama kalian. Hal ini akan membuat liburan kalian di Bukit Wairinding lebih berkesan. 

Hasil gambar untuk bukit wairinding rinus blogspot

(gambar: https://rinus9.blogspot.com/)

Meskipun Bukit Wairinding dapat kalian kunjungi setiap saat, ada baiknya jika sebelum malam dan gelap menghampiri kalian turun dari bukit karena di area ini tidak ada penerangan. Kalian hanya bisa mengandalkan lampu senter jika masih bertahan di sini sampai malam. Apabila kalian ingin eksplor Bukit Wairinding lebih lama lagi, kalian bisa menginap di guest house yang merupakan rumah warga. Menginap di rumah-rumah warga akan memberikan kesan berbeda. Kalian bisa membangun interaksi dengan warga lokal, bertukar cerita, dan saling berbagi dengan warga lokal. Sungguh mengasyikan, bukan? 

Hasil gambar untuk manggulu

(gambar: https://today.line.me/)

Di Bukit Wairinding juga terdapat masakan khas Sumba yang sungguh lezat dan unik dan tak boleh kalian tinggalkan seperti Manggulu. Manggulu atau yang bisa dibilang kuenya orang Sumba ini memiliki rasa manis bercampur dengan asam. Rasa tersebut didapatkan dari pisang, gula merah, dan kacang tanah. Sebelumnya, pisang-pisang ini dijemur terlebih dahulu selama kurang lebih 3 hari. Setelah itu baru ditumbuk bersamaan dengan gula merah dan kacang tanah. Setelah menjadi adonan, adonan ini akan dibentuk memanjang dan dibungkus dengan daun pisang atau lontar.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.