Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Desa Wae Rebo, Desa Kecil Nan Cantik Yang Sayang Untuk Tak Disinggahi
Tags : #budaya #desaadat #waerebo

Wae Rebo adalah sebuah nama desa terpencil dan jauh dari hingar bingar suasana kota. Desa ini terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa ini hanya memiliki 7 buah rumah utama. Rumah-rumah di Desa Wae Rebo disebut dengan Mbaru Niang. Meskipun kecil, desa ini sudah dikenal oleh banyak wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing. Hal ini tak lepas dari penganugerahan situs warisan budaya dunia kepada Desa Wae Rebo oleh UNESCO pada tahun 2012. 

Hasil gambar untuk desa wae rebo gnfi

(gambar: https://www.goodnewsfromindonesia.id/)

Perjalanan yang kalian lakukan untuk bisa mencapai ke Desa Wae Rebo lumayan menguras waktu dan tenaga. Jika kalian dari Jakarta, kalian memilih pesawat jurusan Denpasar. Setelah transit di Denpasar, lanjutkan perjalanan menuju bandara yang ada di Labuan Bajo. Dari Bandara Labuan Bajo, kita akan melanjukan perjalanan melalui darat. Kita bisa menyewa sebuah mobil atau jasa travel untuk pergi ke Denge. Dari Denge menuju Labuan Bajo dibutuhkan waktu antara 2-3 jam. Karena Wae Rebo berada di lembah antar dua pegunungan, maka kita harus berjalan mendaki ke Desa Wae Rebo setelah samapi di Denge. Perjalanan menuju Desa Wae Rebo dari Denge akan ditempuh selama 3 jam. Dan nantinya di setiap 9 kilometer, kalian akan menjumpai pos-pos pemberhentian untuk istirahat. Jangan lupa bawa air minum dan makanan secukupnya ya!

Sesampainya di Desa Wae Rebo, kalian akan disambut dengan lapangan luas yang berumput hijau dan juga keunikan arsitektur rumah-rumah yang ada di Wae Rebo ini. Tak jarang juga desa ini diselimuti dengan kabut tipis khas pegunungan. Karena keindahan dan keunikannya, pemandangan di Desa Wae Rebo tak akan pernah kalian temukan di tempat lain. 
Hasil gambar untuk struktur rumah desa wae rebo wisata arsitektur

(gambar: http://kontemporer2013.blogspot.com/)

Salah satu daya tarik dari desa ini merupakan bentuk dari rumah adat yang unik. Rumah adat atau Mbaru Niang ini terdiri dari lima lantai dimana rumah ini dibangun mengerucut dari kayu dan ditutupi dengan atap yang terbuat dari daun lontar. Meskipun terlihat sederhana, Mbaru Niang ini bisa bertahan hingga 19 generasi. Konstruksi bangunan yang sering diganti adalah bagian atapnya saja. Setiap beberapa bulan atau pada saat tertentu, atap ini diganti dengan daun lontar yang lebih baru lagi. Tak hanya melihat keindahan Mbaru Niang, para wisatawan yang masih penasaran juga diperbolehkan untuk menginap di Mbaru Niang agar mendapatkan suasana bermalam yang tak terlupakan.

Hasil gambar untuk kopi wae rebo phinemo

(gambar: https://phinemo.com/)

Ketika memasuki Mbaru Niang, kalian akan disuguhkan minuman selamat datang berupa kopi khas Wae Rebo karena desa ini juga dikenal sebagai salah satu desa penghasil kopi terbaik di dunia. Hubungan warga desa Wae Rebo dengan kopi memang tidak bisa dipisahkan. Bahkan seukuran orang dewasa Wae Rebo dapat menghabiskan 10 gelas kopi. Proses pembuatan kopi di Wae Rebo ini masih sangat sederahana dan terhindar dari bahan-bahan kimia. Tentunya kopi ini akan memberikan khasiat yang bermanfaat bagi tubuh kita dan juga rasa yang membuat mata kita melek. 

Hasil gambar untuk kopi wae rebo iqbal kaustar

(gambar: http://www.iqbalkautsar.com/)

Biji-biji kopi akan dilepaskan dari kulitnya menggunakan mesin penggiling yang sederhana. Setelah itu, biji kopi dijemur di bawah panas sinar matahari selama 2 hari. Kemudian biji kopi disangrai dengan kuali berukuran besar. Dan tahapan akhirnya yaitu ditumbuk dengan halus menggunakan lesung. Para wanita Wae Rebo lah yang biasanya menumbuk kopi ini menjadi halus dan siap untuk diseduh. 

Hasil gambar untuk upacara adat penti

(gambar: http://topwisatakomodo.com/)

Ketika kalian berkunjung di Wae Rebo pada bulan November, Desa Wae Rebo akan dimeriahkan dengan sebuah upacara adat yang terkenal yaitu Upacara Adat Penti. Upacara Adat Penti merupakan sebuah perayaan yang ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada yang kuasa atas panen yang didapat selama satu tahun. Selain itu, para warga juga meminta keharmonisan dan perlindungan. Warga lokal Wae Rebo akan menggunakan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya. Jadi usahakan datang ke Desa Wae Rebo pada bulan November karena di bulan ini lah akan terdapat banyak atraksi yang bisa kita saksikan.  

Hasil gambar untuk desa wae rebo filantravel

(gambar: https://filanfloreskomodotour.blogspot.com/)

Kalian yang berkunjung ke Wae Rebo tidak akan dikenai biaya. Tak hanya itu, para wisatawan juga bisa mendatangi tempat ini kapan pun karena Wae Rebo tidak memiliki jam buka yang resmi. Untuk tempat penginapan, kalian hanya bisa menemuinya di Desa Denge. Tempat penginapan tersebut berupa hotel atau pun guest house. Sedangkan di Wae Rebo tidak ada penginapan sama sekali. Namun kalian bisa menginap di salah satu rumah warga untuk bermalam dan merasakan keindahan Wae Rebo pada malam hari.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.