Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
De Tjolomadoe, Bukti Eksistensi Kejayaan Pabrik Gula Pada Masa Lampau
Tags : #museumgula #solo #tebu

Pabrik gula Colomadu atau yang saat ini nama kekiniaanya menjadi De Tjolomadoe merupakan sebuah tempat bekas pabrik gula yang kini telah berubah fungsi menjadi museum. Museum ini menghadirkan sejarah dan kejayaan pabrik gula Colomadu pada masa lalu. Dibangun pada tahun 1861 oleh Sultan Mangkunegara IV, pabrik ini mampu menjadi simbol kejayaan Indonesia sebagai produsen gula. Hal itu dibuktikan dengan adanya ekspor gula yang sebagian produksinya dilakukan di pabrik gula Colomadu ini. Oleh karena itu, pabrik gula Colomadu menjadi pabrik terbesar di Asia pada zamannya.

De Tjolomadoe | Convention and Heritage | Karanganyar

(gambar: hhttps://www.detjolomadoe.com/)

Hasil gambar untuk De tjolomadoe construction plus asia

(gambar: http://www.constructionplusasia.com/)

Museum De Tjolomadoe buka setiap hari Selasa hingga Minggu pada pukul 10.00-21.00. Dengan membayar tiket sebesar Rp. 25.000, kalian akan turut diajak menyaksikan kemegahan dan kemewahan dari musuem De Tjolomadoe. De Tjolomadoe berlokasi di Jalan Adi Sucipto No. 1, Colomadu, Karanganyar. Lokasinya yang tak jauh dair bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus, kalian bisa mengakses De Tjolomadoe menggunakan berbagai kendaraan umum. Jika kalian berangkat dari Stasiun Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi, kalian bisa menggunakan bus Batik Solo Trans (BST) dengan tujuan Bandara. Kalian akan langsung bisa turun di depan area Museum De Tjolomadoe. Apabila kalian dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, kalian bisa menggunakan bus BST ataupun taksi offline. Jaraknya pun sangat dekat yaitu sekitar 4 km saja.

Hasil gambar untuk De tjolomadoe travelspromo

(gambar: https://travelspromo.com/)

Pabrik gula Colomadu yang sudah disulap menjadi bagunan super keren dengan nuansa klasik Eropa, kini telah menjadi tempat incaran para wisatawan untuk mengabadikan momen berkunjung mereka. Kemegahan gedung pabrik gula ini menyambut para wisatawan saat pertama kali menginjakkan kakinya di De Tjolomadoe. Bangunan yang sangat khas dengan arsitektur eropa dan cerobong asap yang menjulang tinggi membuat tempat ini seolah tak pernah lekang oleh zaman.

Hasil gambar untuk De tjolomadoe travel kompas

(gambar: https://travel.kompas.com/)

Ketika masuk ke dalam Museum De Tjolomadoe, kalian akan disambut dengan lantai hitam dan kuning serta mesin giling dan kertel uap yang juga menjadi daya tarik dari museum ini. Terdapat 3 mesin penggiling bergerigi yang eksotis walaupun sudah tidak bisa digunakan kembali. Di dalam museum terdapat 4 stasiun area seperti Gilingan, Penguapan, Kabronatasi, dan Ketelan. Dengan adanya 4 stasiun ini, kalian bisa mengerti tahapan-tahapan proses pengelolaan tebu hingga menjadi gula.

Hasil gambar untuk De tjolomadoe menggapaiangkasa

(gambar: https://www.menggapaiangkasa.com/)

Alat-alat yang dipajang di dalam De Tjolomadoe masih sangat terawat. Dipoles sedikit dengan cat, alat-alat pabrik ini tampil jauh lebih menarik lagi. Ada juga miniatur pabrik gula sehingga kita dapat melihat wilayah pabrik Colomadu secara keseluruhan. Di dalam museum, kalian tak perlu kepanasan karena museum ini sudah dilengkapi dengan mesin pendingin ruangan. Jika ingin berkujung ke museum ini, datang lah pada saat sore hari menjelang malam karena kalian akan disuguhi pemandangan bangunan kuno dengan sinar matahari terbenam.

Hasil gambar untuk De tjolomadoe hipwee

(gambar: https://www.hipwee.com/)

Museum yang luasnya mencapai 1,3 hektare ini dilengkapi juga dengan convention hall berskala internasional. Convention hall ini dilengkapi dengan sound system yang bagus, mesin pendingin ruangan, dan sistem pencahayaan yang dapat memikat hati para pengunjung. Dengan kapasitas mencapai 300 orang, convention hall yang ada di dalam museum sering digunakan oleh artis ibu kota bahkan internasional untuk menggelar konser. Ruangan ini juga bisa digunakan untuk menggelar acara pernikahan dan seminar. Tak hanya di dalam, halaman luar dari De Tjoloemadu juga sering digunakan untuk menggelar acara konser atau festival seperti festival makanan hingga pakaian.

Hasil gambar untuk De tjolomadoe travelspromo

(gambar: https://travelspromo.com/)

Setelah capek mengelilingi seluruh ruangan Museum De Tjolomadoe, kalian bisa mampir ke Kafe Besali untuk mengenyangkan perut kalian. Sesuai namanya, Besali ini dahulu berfungsi sebagai tempat perawatan/ perbaikan untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Namun, Besali kini sudah menjadi area kuliner di dalam De Tjolomadoe. Kafe Besali mengusung konsep open kitchen dengan gaya skandinavian dan industrialis yang manis. Hal ini membuat Kafe Besali kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan entah untuk makan atau hanya berfoto di area kafe. Makanan yang ada di kafe ini kebanyakan makanan tradisional khas nusantara. Namun bagi kalian yang ingin mencicipi masakan western, Kafe Besali juga menyediakan masakan western seperti spaghetti dan pizza.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.