Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Candi Arjuna, Candi Kuno Nan Kokoh Bersemlitukan Kabut Tebal
Tags : #candi #dieng #kabut #es #sejuk

Dataran tinggi Dieng memang terkenal sekali akan pemandangan pegunungan yang dibalut dengan kabut tipis hingga tebal. Meskipun Dieng sangat menonjol dengan daya tarik wisata alamnya, Dieng ternyata juga memiliki wisata sejarah yang tak boleh kalian lewatkan begitu saja. Tempat wisata ini bernama kompleks Candi Arjuna. Berada di lahan sekitar 1 hektar, Candi Arjuna ini berdiri dengan megahnya di dataran tinggi Dieng. Ada juga 4 candi yang berdiri di sekeliling Candi Arjuna yaitu Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembrada. 

Hasil gambar untuk candi arjuna destinasiku

(gambar: https://destinasiku.com/)

Hasil gambar untuk tsabitadiengtour shuttle

(gambar: https://www.tsabitadiengtour.com/)

Secara administratif, dataran tinggi Dieng terletak di dua wilayah berbeda yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Namun untuk kompleks Candi Arjuna, candi ini berlokasi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Akses menuju ke tempat wisata ini relatif mudah karena sudah ada papan penunjuk jalan yang akan mengarahkan kalian ke dataran tinggi Dieng dan Candi Arjuna. Kompleks Candi Arjuna bisa diakses menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Agar lebih praktis, kalian bisa naik kendaraan pribadi atau sewaan. Jika kalian naik kendaraan umum dan berangkat dari Yogyakarta, pilihlah bus jurusan Wonosobo. Setelah sampai di Terminal Wonosobo, lanjutkan perjalanan kalian dengan menggunakan angkutan umum dan turun di pertigaan Dieng. 

Hasil gambar untuk anangpaser wordpress candi arjuna

(gambar: https://anangpaser.wordpress.com/)

Karena letaknya yang berada di ketinggian, Candi Arjuna ini menjadi candi dengan lokasi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 2093 mdpl. Candi Arjuna merupakan candi peninggalan dari Dinasti Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno. Ada pun prsatasi tua yang memberitahukan informasi tentang pada tahun berapa Candi Arjuna dibangun. Dalam prasasti tersebut, dituliskan dengan aksara Jawa kuno bahwa Candi Arjuna dibangun pada tahun 731 Caka atau 839 Masehi. Kompleks candi ini menjadi tempat pemujaan dewa tertinggi dalam agama Hindu, yaitu Dewa Siwa. Hal ini terlihat dari pahatan relief Dewa Trimurti, yaitu Siwa, Wisnu, dan Brahma yang ada pada Candi Srikandi. 

Hasil gambar untuk candi arjuna

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Penemuan kompleks Candi Arjuna ini melibatkan banyak pihak. Pertama kali ditemukan oleh seorang tentara Belanda bernama Theodorf Van Elf. Theodor menemukan candi ini pada saat keadaan candi masih tergenang oleh air telaga. Setelah itu, tentara Inggris yaitu HC Cornelius menyelamatkan candi ini setelah 40 tahun pada saat pertama kali ditemukan. Lalu, misi penyelamatan candi ini dilanjutkan oleh tentara Belanda yang bernama J Van Kirnbergens.

Catatan Catatan Unique: Candi Arjuna, Saksi Sejarah Di Dataran ...

(gambar: http://www.unique-chantika.com/)

Candi di komples Candi Arjuna umumnya memiliki bentuk candi yang sama. Kalian akan mendapati ornamen-ornamen seperti penil (pegangan tangga), kala (wajah raksasa tanpa rahang yang ada di atas pintu), makara (berfungsi untuk mengusir roh jahat), jalatmara (saluran air), antefik (ornamen yang ada pada setiap sudut candi), diksa (jalan dari bebatuan yang akan dilewati sebelum memasuki ruangan utama candi). Namun kalian tidak akan menemukan arca yang masih ada di candi. Rata-rata arca tersebut sudah hilang. Tetapi masih ada juga arca yang dijadikan barang koleksi museum di Museum Kaliasa. 

Hasil gambar untuk candi arjuna travelkompas

(gambar: https://travel.kompas.com/)

Jika kalian berkunjung pada waktu yang tepat, kalian akan bisa merasakan dinginnya hawa Dieng hingga turun butiran-butiran es menyerupai salju di atas rumput kompleks Candi Arjuna. Duduk-duduk di atas rumput Candi Arjuna sambil menikmati kabut turun akan memberikan pengalaman menarik bagi kalian. Tak cukup itu, para pengunjung juga akan terpesona dengan pemandangan sunset di candi ini. Kompleks candi ini sungguh menjanjikan kita pesona alam yang indah dibarengi dengan kekayaan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Hasil gambar untuk carica

(gambar: https://carica.co.id/)

Selain menikmati pesona Dieng dan kemegahan Candi Arjuna, kalian bisa mencicipi beberapa kuliner khas Dieng yang unik. Yang pertama adalah buah carica. Buah endemik Dieng ini menyerupai buah pepaya namun ukurannya lebih kecil. Rasa buah carica ini sangat manis. Oleh karena itu, carica sering disajikan dalam bentuk manisan. Tak hanya berupa manisannya, carica juga sering diolah menjadi jenang dodol. Tentu hal ini akan memberikan tekstur yang lebih baru pada buah carica. Harga yang dijual pun juga tidak terlampau mahal. Dengan harga Rp. 20.000, kalian bisa menyantap buah endemik Dieng.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.