Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Pulau Karampuang, Lahan Hutan Kota di Tengah Hamparan Laut Biru Yang Luas
Tags : #pulau #pantai #laut

Pulau Karampuang atau biasa disebut dengan pulau buaya karena bentuknya menyerupai buaya apabila dilihat dari atas langit merupakan sebuah pulau yang letaknya berada di Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Yang jelas, kalian harus menuju ke Kabupaten Mamuju terlebih dahulu sebelum ke Pulau Karampuang. Dari Mamuju, kalian harus menyeberangi laut menggunakan kapal di Dermaga Mamuju. Jarak pusat kota menuju dermaga ini hanya berkisar 3 km. Jadi mudah saja bagi kalian yang ingin mencari lokasi dermaga ini. Kalian akan menyeberangi lautan menggunakan kapal dengan tarif Rp. 20.000 sekali jalan dalam waktu tempuh sekitar 30 menit. 

Hasil gambar untuk pulau karampuang ksm tour

(gambar: https://ksmtour.com/)

Hasil gambar untuk pulau karampuang merah putih

(gambar: https://merahputih.com/)

Luas wilayah Pulau Karampuang adalah sebesar 6,37 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang mencapai 2.937 jiwa. Pulau ini berpenduduk mayoritas etnis Suku Mamuju. Pulau Karampuang memiliki air laut yang sangat bersih dan jernih sehingga keindahan bawah laut dari Pulau Karampuang ini dapat kalian saksikan dengan mata telanjang dari atas kapal kalian. Pemandangan bawah laut yang eksotis penuh dengan gugusan terumbu karang yang rapi dan ikan-ikan berenang kesana kemari membuat tempat ini harus menjadi salah satu daftar berwisata kalian. 

Hasil gambar untuk pulau karampuang twitter

(gambar: https://twitter.com/wegoid/status/414260119053283328)

Ada hal unik mengenai asal usul nama Pulau Karampuang. Beberapa sumber mengatakan kata karampuang ini berasal dari bahasa daerah pulau yang berarti rembulan. Namun dari sebagian sumber lainnya, nama karampuang ini diambil dari kara yang berarti karang batu atau pulang dan puang yang artinya bangsawan. Dari dau kata ini lah membentuk arti bahwa karampuang adalah pulau para bangsawan atau raja. Pemberian nama tersebut ternyata memiliki sejarah dibaliknya. Dahulu, pulau ini dijadikan tempat persembunyiaan para raja dari kejaran tentara Belanda pada zaman penjajahan.  

Hasil gambar untuk pulau karampuang snorkeling

(gambar: https://rumahdivers.wordpress.com/)

Karena keindahan bawah lautnya yang sungguh luar biasa, pulau ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai spot diving atau snorkeling. Keanekaragam terumbu karang mulai dari terumbu karang yang lunak hingga yang bertekstur keras semua mampu menggoda mata bagi siapa saja yang memandanginya. Salah satu spot snorkeling atau diving yang menjadi andalan pulau ini adalah The Wall Site. The Wall Site ini terdiri dari gugusan termbu karang yang menyerupai dinding besar dimana pemandangan seperti ini lah yang membuat spot ini berbeda dengan spot lainnya. Pulau Karampuang sendiri memang memiliki potensi wisata yang cukup besar khususnya pemandangan bawah lautnya. Oleh karena itu, tak heran jika pulau ini menjadi destinasi utama bagi para wisatawan yang hobi snorkeling maupun diving. 

Hasil gambar untuk pulau karampuang sumur kumparan

(gambar: https://kumparan.com/)

Selain wisata bawah lautnya, pulau ini juga menyimpan pesona wisata yang cukup unik. Terdapat sebuah sumur yang menarik di pulau karampuang. Sumur ini biasa dikenal oleh warga dengan Sumur Tiga Rasa. Sayang, sumur ini kondisinya sedikit tidak terasa. Menurut cerita warga setempat, sumur ini awalnya ditemukan oleh seorang ulama bernama KH Muhammad Ali Hanapi yang lebih dikenal dengan sebutan “Puang Nurung”, pada tahun 1979. Puang Nurung meyakini keberadaan sumur tersebut merupakan berkah bagi warga yang mendiami pulau ini. Beliau pun merenovasi sumur tersebut dengan membangun 3 lubang sumur untuk memisahkan 3 rasa air tersebut, yakni hambar, payau, dan asin. 

Hasil gambar untuk pulau karampuang sumur lensakhatulistiwa

(gambar: https://www.lensakhatulistiwa.com/)

Selain nama tiga rasa, sumur ini juga populer dengan sebutan Sumur Jodoh. Kisah awal sumur jodoh ini berawal ketika salah seorang pegawai perempuan dari Departemen Sosial Sulawesi Selatan yang masih lajang melakukan tugas dinas ke Pulau Karampuang. Agar dimudahkan jodohnya, warga setempat pun menyarankan wanita tersebut meminum dan membasahi badannya dengan air sumur itu. Hasilnya, hanya dalam beberapa minggu setelah pulang dari Pulau Karampuang, wanita tersebut dapat menemukan jodohnya. Cerita ini berkembang dan menyebar ke masyarakat hingga kemudian sumur ini pun populer dengan nama sumur jodoh.

Gambar terkait

(gambar: https://twitter.com/tommuane_mandar/status/589266355808927744?lang=ru)

Selain sumur 3 rasa, pulau karampung juga memiliki tempat yang cukup unik yaitu berupa goa. Goa ini bernama Goa Lidah. Terdapat tangga yang bisa digunakan untuk menyusuri goa hingga ke dalam. Goa ini terlihat sangat kecil karena mulut goa yang berada di luar berukuran sangat kecil juga. Namun setelah memasuki goa dan sampai ke dalam, maka pengunjung akan menjumpai ruangan goa yang luas dengan dindingnya yang kokoh. Apabila masuk ke dalam goa ini, jangan heran kalau kalian akan menjumpai banyak kelelawar yang beterbangan ataupun bergelantungan di stalaktit goa. 

Hasil gambar untuk bau peapi mamuju

(gambar: http://tommuanemandaronline.blogspot.com/)

Bagi kalian yang ingin mencari kuliner khas Sulawesi Barat khususnya Mamuju, kalian tidak bisa menemuinya di Pulau Karampuang. Namun, kalian masih tetap bisa menikmatinya di Kabupaten Mamuju sebelum atau sesudah berangkat dari Pulau Karampuang. Salah satu makanan khas yang patut kalian coba adalah Bau Peapi. Bahan utama dari Bau Peapi adalah ikan tuna, tongkol, atau cakalang yang diolah dengan bawang mandar, mangga, minyak kelapa, dan kunyit. Rasa segar beserta asam manis yang bercampur menjadi satu membuat hidangan ini menjadi menu wajib jika kalian berada di Mamuju.

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.