Blog
Temukan Wisata Terbaik Anda
Tujuan:
Kategori:
Benteng Amsterdam, Bukti Kekayaan Sejarah Bangsa di Kota Manise
Tags : #benteng #ambon #maluku #amsterdam

Benteng Amsterdam merupakan sebuah benteng peninggalan Belanda yang terdapat di Ambon, Maluku. Meskipun benteng ini adalah peninggalan Belanda, namun sebenarnya benteng ini mulai pertama kali dibangun oleh pemerintah Portugis. Penerintah Portugis membangun benteng ini sebagai gudang penyimpanan hasil bumi dan juga pertahanan dari ancaman serangan musuh. Pada tahun 1605, benteng ini berganti nama menjadi Benteng Amsterdam. Pergantian nama ini disebabkan oleh berpindahnya kekuasaan benteng dari Portugis ke Belanda. Perusahaan dagang Belanda atau yang biasa kita sebut dengan VOC ingin menguasai rempah-rempah yang ada di Maluku dengan menjadikan benteng ini sebagai gudang dan pertahanan militer. 

Gambar terkait

(gambar: http://masihbaru.com/)

Hasil gambar untuk benteng dewi magazine

(gambar: https://www.dewimagazine.com/)

Letak Benteng Amsterdam berada di antara dua desa yaitu Negeri Hila dan Negeri Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah. Letak benteng ini pun juga tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Pattimura. Kalian akan menempuh perjalanan 35 kilometer atau sekitar 1 jam untuk bisa sampai di Benteng Amsterdam dengan menggunakan kendaraan pribadi atau jasa travel yang tersedia. Selama berkendara, kalian akan disuguhkan dengan jalanan yang berbatasan langsung dengan pantai dan laut biru di Ambon yang tentunya tidak akan membuat kalian bosan selama di perjalanan. 

Hasil gambar untuk benteng amsterdam  jejakpiknik

(gambar: https://www.jejakpiknik.com/)

Dahulu orang Belanda menyebut benteng ini dengan kata blok hois yang berarti rumah. Memang arsitektur benteng ini terlihat seperti rumah pada era kolonial. Benteng ini berdiri kokoh dikelilingi dengan pagar dan menara yang menghadap langsung ke lautan. Benteng Amsterdam terdiri dari 3 lantai yang setiap lantainya memiliki fungsi masing-masing. Para tentara Belanda sering menggunakan lantai 1 untuk tidur dan beristirahat. Pada lantai 2 ini lah sering diadakan pertemuan para tentara dalam menyusun strategi untuk bertahan dari serangan lawan atau menyerang musuh. Dan lantai terakhir yaitu lantai 3 merupakan tempat untuk mengintai pergerakan musuh dari kejauhan. 

Hasil gambar untuk benteng amsterdam  happy holiday

(gambar: http://mariantourism.blogspot.com/)

Karena posisi Benteng Amsterdam berada di pinggir pantai Pulau Ambon dan menghadap langsung ke Pulau Seram, kalian bisa merasakan hawa sejuk khas pantai berupa semilir angin yang membuat tempat ini lebih adem lagi. Ditambah lagi, terdapat sebuah pohon beringin besar yang semakin meneduhkan tempat ini dan hati kita selagi berkunjung. Kalian bisa naik ke lantai 3 benteng untuk mendapatkan suasana yang lebih menakjubkan. Kalian akan menemui ombak laut yang menggulung deras dan perbukitan hijau di Pulau Seram. 

Hasil gambar untuk benteng amsterdam indonesiakaya

(gambar: https://www.indonesiakaya.com/)

Dibalik kisah historis bangsa dan keindahannya, Benteng Amsterdam masih menyimpan cerita yang tak kalah menariknya yaitu kisah seorang ilmuwan biologi asal Jerman yang bernama G.E Rumphius. Sebelumnya, Rumphius melakukan perjalanan panjang ke kawasan Asia Timur untuk bahan penelitiannya. Dan, perjalanannya berhenti di Benteng Amsterdam ini. Rumphius memtuskan untuk tinggal di dalam benteng. Bahkan, ia juga menikah dengan warga lokal. Rumphius tinggal di benteng ini selama 75 tahun yaitu pada tahun 1627-1702. Pada masa hidupnya, Rumphius pernah menlusikan buku tentang kekayaan flora fauna Ambon dalam bukunya yang berjudul D’Ambonsche Rariteirkamer. 

Hasil gambar untuk benteng amsterdam mediaindonesia

(gambar: https://mediaindonesia.com/)

Dengan mengunjungi Benteng Amsterdam, para wisatawan dapat mengenali sejarah bangsa Indonesia yang begitu kaya. Tak hanya itu, benteng ini juga seakan memberi pesan kepada kita untuk tidak melupakan sejarah bangsa dan tetap terus melestarikan aset-aset bangsa yang memiliki nilai historis tinggi. Struktur bangunan benteng yang kokoh dibalut dengan eksotisnya perairan maluku dan semilir angin yang selalu berhembus membuat kita untuk ingin bertahan lebih lama di benteng ini.  

Hasil gambar untuk papeda hipwee

(gambar: https://www.hipwee.com/)

Kalian juga bisa menginap lebih lama di Benteng Amsterdam karena di benteng ini sudah dibangun beberapa hotel yang fasilitasnya tak kalah dengan hotel yang ada di pusat Kota Ambon. Dan satu lagi yang tidak boleh ketinggalan. Kalian harus mencoba makanan khas Ambon yang sangat terkenal. Makanan ini adalah papeda. Papeda terbuat dari tepung sagu yang dimasak hingga menjadi bubur. Tekstur papeda sangat kental dan lengket dan rasanya yang tawar membuat papeda cocok sebagai pengganti nasi. 

*Harga yang tertera pada artikel dapat berubah setiap saat.